19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kuota Haji Indonesia, Naik Atau Tidak


Kuota Haji Indonesia, Naik Atau Tidak
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan menambah kuota jemaah haji asal Indonesia sebesar 10.000 orang. Hal tersebut dibenarkan Wakil Menteri Luar Negeri M. Fachir saat dijumpai wartawan di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin 15 April 2019.

"Iya, kita kan sudah dapat 10.000," ujar Fachir, dikutip dari Kompas.

Namun, pihak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama I, Nizar Ali mengaku masih akan meminta konfirmasi dan penjelasan terkait dengan berita tersebut.

"Kami akan meminta konfirmasi bila memang ada penambahan sebanyak 10 ribu jemaah haji,” tutur Nizar di Jakarta, Senin 15 April 2019, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI.

Kenaikan jumlah kuota haji Indonesia itu pun belum jelas untuk kapan. Jika benar, kuota jemaah haji asal Indonesia dari 221.000 jemaah, bertambah menjadi 231.000 jemaah.

Menurut Nizar, pihaknya belum mendapat penjelasan yang lebih lengkap terkait dengan itu. Apakah benar adanya penambahan kuota, dan jika benar apakah akan diterapkan untuk tahun ini.

“(Jika tahun ini), Tentunya akan berpengaruh terhadap Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) yang sudah ditetapkan oleh Presiden melalui persetujuan DPR. Sebab, dalam BPIH itu ada biaya yang ditanggung jemaah dan ditanggung dari dana optimalisasi setoran awal," kata Nizar.

"Bila ada tambahan 10 ribu berarti ada tambahan-tambahan yang tidak tertera di BPIH 2019,” lanjutnya.

Nizar akan segera mengkonsultasikan hal tersebut kepada Menteri Agama, utamanya terkait dengan mekanismenya. Sebab, penambahan kuota akan berdampak pada penambahan biaya dan itu harus mendapat persetujuan DPR.

“Semantara, kuota haji reguler tahun ini (dalam pembahasan BPIH) masih ditentukan sebesar 204 ribu calon jemaah haji," tandasnya.

penambahan kuota haji, merupakan salah satu topik pembicaraan antara Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Kerajaan Saudi, Muhammad bin Salman, Minggu malam 14 April 2019.

Dalam balutan jamuan santap malam bersama, Presiden yang bertandang ke Saudi juga dalam rangka umrah tersebut, membahas sejumlah hal bersama Putra Mahkota.

Hal yang dibahas mulai dari mengenai investasi dan kerja sama ekonomi hingga penambahan kembali kuota haji.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Arab Saudi sangat menghargai stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Indonesia dinilai beruntung memiliki pemimpin yang jelas dan maju," kata Retno sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi. (*)




Comments

comments


Komentar: 0