19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Bung Hatta Kalimantan Tour 2019, Ini Pesan Proklamator Kepada Anak Muda


Bung Hatta Kalimantan Tour 2019, Ini Pesan Proklamator Kepada Anak Muda
Diskusi perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) di Aula Rektorat Kampus Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Selasa, 9 April 2019.

KLIKSAMARINDA.COM - Komitmen bersama untuk memberantas korupsi didengungkan dalam diskusi musikal anti korupsi Bung Hatta Kalimantan Tour 2019 yang digelar Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA). Diskusi berlangsung di Aula Rektorat Kampus Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Selasa, 9 April 2019.

Kegiatan ini merupakan tour satu-satunya yang diselenggarakan di Kaltim dari 10 kampus yang ada di 6 kota di 5 provinsi se-Kalimantan. Di Kaltim, tour ini terselenggara atas kerjasama dengan Fakultas Hukum Unmul, Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Unmul, dan Aksi Kamisan Kaltim.

"Komitmen memberantas korupsi secara mental perlu terus diteguhkan, agar Indonesia yang kaya ini tidak terus melahirkan koruptor-koruptor," tegas Ketua Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah yang hadir sebagai narasumber.

Terkhusus di Kaltim, praktek korupsi juga kerap kali terjadi. Castro, sapaannya menjelaskan, episentrum korupsi terjadi meliputi 3 hal yakni, dimana kekuasaan bekerja, tempat perputaran uang, dan sumber daya alam yang besar.

"Contoh kecilnya, DPT Kaltim sebenarnya tidak cukup untuk memenangkan salah satu paslon presiden. Tapi, Kaltim cukup seksi untuk dirampok karena sumber daya alamnya, khususnya industri ekstraktif yang cukup untuk memodali mereka," terangnya.

Kegiatan tour ini sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2014 di 11 perguruan tinggi di Jawa, tahun 2015 di 12 perguruan tinggi di Sumatera, tahun 2017 di 6 perguruan tinggi di 3 kota di Sulawesi, dan tahun 2018 di 11 perguruan tinggi, di 11 kota di Jawa- Madura-Bali.

BHACA sendiri berdiri di tahun 2003 dan telah menganugerahkan kepada 17 tokoh anti korupsi di Indonesia. Penyelenggaraaan Bung Hatta Kalimantan Tour 2019, dikawal oleh band Simponi yang dihadiri sekira 200 mahasiswa dari berbagai kampus.

Band Simponi adalah juara 1 kompetisi Sounds of Freedom 2014 London, juara 2 Fair Play 2012 Brasilia. Tour Kalimantan juga menggandeng vokalis dari Sisters in Danger yang memenangkan Most Popular Award dari badan dunia UN Women tahun 2017 lalu lewat lagu ’16 Oranges’.

Turut hadir dalam gelaran, Prof. Dr. Meutia F. Hatta seorang Akademisi yang juga Putri Sulung Bung Hatta. Ia menuturkan semangatnya hadir dalam kesempatan bertemu dengan generasi muda penerus bangsa di Kaltim, khusunya Samarinda.

"Saya senang sekali di sini, apalagi temanya berkaitan dengan korupsi SDA. Ini adalah pengawasan agar tidak terjadi perilaku (korupsi). Hal itu perlu juga diketahui anak muda, karena anak muda di kampus adalah bagian dari proses menuju kelompok kaum intelejensia di masa depan," katanya.

Pun, dirinya menaruh harapan besar terhadap generasi muda di kampus untuk terus melahirkan pemikiran-pemikiran kritis demi kebaikan Bangsa Indonesia kelak.

"Seperti kata Bung Hatta, anak muda merupakan tonggak orang-orang yang selalu peka kepada situasi dan keadaan. Terus berpikir kritis setiap melihat ketidak benaran," ucap dia. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0