19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ada Tarif Baru Bagi Transportasi Online di 3 Zonasi Ini


Ada Tarif Baru Bagi Transportasi Online di 3 Zonasi Ini

KLIKSAMARINDA.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan tarif ojek oline baru akan berlaku sejak 1 Mei 2019. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan aturan ini berlaku 1 Mei 2019 karena mempertimbangkan masyarakat dan memberikan waktu masyarakat menyesuaikan dengan tarif yang baru.

Berikut tarif ojek online dari Kemenhub sesuai zonasi:

Zonasi I (Sumatra, Bali, Jawa di luar Jabodetabek)
Tarif Batas Bawah : Rp 1.850/km
Tarif Batas Atas : Rp 2.300/km
Biaya Jasa Minimal : Rp 7.000-Rp 10.000/km

Zonasi II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)
Tarif Batas Bawah : Rp 2.000/km
Tarif Batas Atas : Rp 2.500/km
Biaya Jasa Minimal : Rp 8.000-Rp 10.000/km

Zonasi III (Sulawesi di luar Bali, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat)
Tarif Batas Bawah : Rp 2.100/km
Tarif Batas Atas : Rp 2.600/km
Biaya Jasa Minimal : Rp 7.000-Rp 10.000/km.

“Tarif ini bersifat net. Artinya yang didapatkan pengemudi. Tarif pelanggan ditentukan aplikator,” jelas Budi Setiyadi.

Budi Setiyadi mengatakan, ada tiga pertimbangan dalam penerapan tarif ojol. Pertama, mempertimbangkan kepentingan pengemudi. Di mana Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berpendapat bahwa ojol merupakan profesi mulia.

“Sehingga perlu kita atur. Artinya kita mempertimbangkan sekali bagaimana aspirasi pengemudi,” jelas Budi Setiyadi dikutip dari cnbcindonesia.com.

Kedua, kepentingan masyarakat di mana pelanggan (customer) perlu harga yang baik. Masalah kenyamanan dan keamanan sudah ada di aturan sebelumnya, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk masyarakat.

“Ketiga, kepentingan aplikator. Pemerintah perlu melindungi dua aplikator supaya tidak mati salah satu. Supaya tidak ada monopoli,” tandas Budi Setiyadi.

"Jadi biar masyarakat akan berhitung sendiri untuk melakukannya. Seperti Jakarta banyak moda transportasi. Kita tahu ada MRT yang diresmikan pak Presiden kemarin. Juga supaya ada penyesuaian masyarakat," ujar Budi Setiyadi dalam konferensi pers di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin 25 Maret 2019.

Budi Setiyadi menambahkan adanya masa transisi ini juga untuk memberikan waktu kepada aplikator untuk menyesuaikan algoritmanya dengan tarif baru.

"Saya juga butuh waktu untuk sosialisasi di beberapa kota besar seperti aturan menteri Nomor 12 tentang ojek online. Kita akan jalan ke daerah-daerah," jelas Budi Setiyadi.

Kemenhub menerapkan tarif batas atas dan batas bawah bersih yang akan diterima driver. Besaran tarif ojek online batas bawah antara Rp 1.850/km hingga Rp 2.000 untuk tarif bawah. Sedangkan tarif atas antara Rp 2.300/km hingga Rp 2.600/km.

Tarif ojek online disesuaikan dengan zonasi. Zonasi pertama terdiri dari Sumatera, Bali dan Jawa minus Jabodetabek. Zonasi kedua terdiri dari Jabodetabek. Zonasi ketiga terdiri dari Sulawesi, NTB dan Maluku. (*)




Comments

comments


Komentar: 0