19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mahasiswa di Samarinda Kembali Demo Tolak RUU-PKS


Mahasiswa di Samarinda Kembali Demo Tolak RUU-PKS
Gelaran aksi demonstrasi mahasiswa Samarinda tolak RUU-PKS di Simpang Lembuswana, Selasa, 19 Maret 2019.

KLIKSAMARINDA.COM - Selasa, 19 Maret 2019, puluhan aktivis dari berbagai kalangan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Peduli Generasi Indonesia (GPGI) kembali melakukan aksi menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS). Bertempat di Simpang Empat Lembuswana Samarinda, Kalimantan Timur, massa GPGI juga dalam menyatakan pencerdasan "lawan kejahatan seksual".

"Aksi ini lahir atas keresahan terhadap degradasi moral dan nilai-nilai agama ditengah masyarakat yang memicu faktor kejahatan seksual semakin marak di Indonesia," kata Koordinator Lapangan aksi, Satria.

Selain melakukan orasi penolakan, massa juga berbaris memampangkan poster penolakan terhadap adanya rancangan UU yang dikabarkan menghapus kekerasan seksual tersebut.

Dalam orasinya, GPGI bermaksud memberikan pencerdasan kepada masyarakat bahwa konsep kejahatan seksual berbeda dengan kekerasan seksual. Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual ini menuangkan konsep kekerasan seksual didalam definisinya yang termaktub dalam naskah akademik & draf RUU P-KS

"Yang jika dibedah akan kita temukan permasalahan yang begitu multitafsir, sehingga RUU P-KS ini pun berpotensi melegalkan LGBT, aborsi, dan perzinahan, serta hal-hal yang menyimpang dari norma dan agama," sebutnya lagi.

Menurut mereka, disamping RUU P-KS ini tidak berasaskan pada Ideologi Pancasila, juga yang sangat mengkhawatirkan ialah jika nanti disahkan, UU ini bakal menimbulkan permasalahan baru bagi Indonesia.

"Maka dapat disimpulkan bahwa RUU P-KS ini tidak fokus pada akar permasalahan yang terjadi. RUU P-KS bukan solusi untuk kemaslahatan bangsa Indonesia," tandasnya.

Dengan adanya aksi ini, massa yang didominasi pelajar perguruan tinggi ini berharap pemerintah dapat mengatasi segala bentuk kejahatan seksual sampai ke akar-akarnya.

"Kami berharap dapat menjadi gerakan yang memiliki nafas panjang untuk menyelamatkan generasi dari keterpurukan moral bangsa," ungkapnya.

"Mari menjadi pemuda yang beradab dan siap menyuarakan segala bentuk kebatilan yang dapat mengancam peradaban bangsa Indonesia," imbuhnya. (*)

Reporter : Robbi/KlikSamarinda    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0