19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Korban Banjir Sentani Bertambah, Pengungsian Jadi Prioritas


Korban Banjir Sentani Bertambah, Pengungsian Jadi Prioritas
Proses evakuasi jenazah korban banjir di Sentani Jayapura (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Jumlah korban bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua terus bertambah. Hingga Selasa (19/3) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia sebanyak 89 orang.

Rinciannya, sebanyak 82 korban meninggal di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal di Ampera, Kota Jayapura.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan pers di Jakarta, Selasa 19 Maret 2019,
sejumlah 1.613 personel tim gabungan dari 23 instansi dan lembaga masih melakukan penanganan darurat bencana.

"Tim SAR gabungan akan terus mencari korban karena diperkirakan masih ada yang belum ditemukan," kata Sutopo.

Adapun jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat sebanyak 74 orang. Sebanyak 34 orang dilaporkan hilang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Komplek Perumahan Inauli, 4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba dan 3 orang dari Taruna Sosial.

Sementara itu, BNPB juga mencatat 159 orang luka-luka kemudian 6.831 orang pengungsi tersebar di 15 titik pengungsian.

"Pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar. Jumlah pengungsi terus bertambah. Banyak masyarakat yang memilih tinggal di pengungsian karena trauma," imbuh Sutopo.

"Dapur umum, pos pelayanan kesehatan dan posko sudah didirikan. Namun masih diperlukan beberapa kebutuhan mendesak seperti MCK, air bersih, permakanan, matras, selimut, pakaian layak, genset, peralatan dapur, psikososial, dan sebagainya," tambahnya.

Kerugian sementara akibat bencana banjir bandang di Sentani meliputi 350 unit rumah rusak berat, 3 unit jembatan rusak berat, 8 unit drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 unit gereja rusak berat, 1 unit masjid rusak berat, 8 unit sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat dan 1 unit pasar rusak berat.

Untuk data korban terdampak bencana berjumlah 11.725 keluarga di tiga distrik (kecamatan) yaitu Distrik Sentani, Waibu dan Sentani Barat.

BNPB juga berupaya mengelola pengungsian. Antara lain, memenuhi antara lain air bersih, MCK, selimut dan matras. Logistik, makan dan bantuan-bantuan lainnya akan terus ditambah dari bantuan berbagai pihak.

BNPB menetapkan masa tanggap darurat telah ditetapkan per Minggu 17 hingga 14 hari ke depan. (*)




Comments

comments


Komentar: 0