26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kementerian Kominfo Himbau Jangan Viralkan Video Penembakan di Selandia Baru


Kementerian Kominfo Himbau Jangan Viralkan Video Penembakan di Selandia Baru

KLIKSAMARINDA.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeluarkan himbauan agar masyarakat Indonesia tidak ikut menyebarkan video penembakan di Masjid Selandia Baru (New Zealand). Pasalnya, video itu mengandung kekerasan yang amat brutal.

Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Biro Humas Kementerian Kominfo, melalui Plt. Kepala Ferdinandus Setu. Isi himbauan tersebut antara lain:

1. Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru.

2. Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

3. Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

4. Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

5. Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru.

Menkominfo Rudiantara juga menegaskan melalui akun Twitternya, Jumat 15 Maret 2019 pihaknya akan terus memantau dan menapiskan penyebaran video yang berisi konten bruta itu.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut menyebarkan video atau tautan terhadap konten kekerasan yang brutal tersebut. Kominfo akan terus memantau dan mengupayakan dengan maksimal penapisannya," kata Rudiantara dikutip dari Twitter resminya, @rudiantara_id, Jumat 15 Maret 2019. (*)




Comments

comments


Komentar: 0