26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pemuda Pengubah Peradaban


Pemuda Pengubah Peradaban

Oleh: Ita Wahyuni, S. Pd. I (Pemerhati Masalah Generasi)

“Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.” Kalimat yang diucapkan oleh presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno ini mampu menggambarkan potensi besar yang dimiliki seorang pemuda.

Masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia dengan potensi yang berkembang secara optimal. Pada masa ini akan terbentuklah kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan, serta pemikiran yang kritis.

Untuk itu, sangatlah wajar jika mereka menjadi tokoh utama dalam perannya melakukan perubahan sebuah peradaban. Kiprah mereka sebagai agen perubahan di tengah-tengah masyarakat mampu mempelopori perubahan sosial dan politik diberbagai wilayah.
Bahkan, sejarah Islam pun telah mencatat bahwa sebagian sahabat yang menyertai Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam hingga berhasil menguasai lebih dari dua pertiga belahan bumi adalah para pemuda.

Pembajakan Potensi

Perbedaan antara pemuda di masa Rasulullah dengan pemuda masa kini tak bisa terbantahkan. Ketika pemuda di masa Rasulullah memiliki militansi yang sangat tinggi untuk kebangkitan Islam, justru berbeda dengan pemuda saat ini yang notabene acuh tak acuh terhadap kemajuan Islam. Mereka pun asik tenggelam dalam kenikmatan dunia yang melenakan.

Sebagai contoh yang terjadi di kota Samarinda. Sebanyak 114 muda mudi Samarinda ikut adu talenta untuk menjadi The Next Duta Wisata Samarinda, dan Putri Pariwisata Samarinda 2019. Seperti pemilihan duta dan putri pariwisata pada umumnya, para finalis dituntut memiliki kriteria 3B. Yakni Brain, Behavior dan Beauty. Kepala Dinas Pariwisata Samarinda, M. Faisal juga menambahkan satu B lainnya yakni Berprestasi (Tribunkaltim.co, 26/02/19).

Adu talenta seperti di atas dan berbagai ajang pencarian bakat lainnya yang kian menjamur memang menjadi daya tarik tesendiri dikalangan pemuda. Tawaran yang menggiurkan dari bisnis hiburan merupakan jalan cepat bagi mereka untuk menjadi kaya, tenar hingga eksistensi diri. Sehingga, keinganan untuk menjadi artis, penyanyi termasuk duta pariwisata telah menjadikan mereka berbondong-bondong meramaikan berbagai audisi tersebut.

Kondisi seperti ini tentu membuat kita miris. Tanpa sadar, para pemuda telah menyia-nyiakan potensinya dengan sesuatu yang melenakan bahkan membuat mereka abai terhadap kebangkitan Islam. Padahal dipundak mereka ada tongkat estafet untuk peralihan sebuah peradaban.

Inilah strategi Barat untuk menjauhkan pemuda dari Islam yang benar. Virus Sekuler-Liberalis sengaja disebarkan di tengah-tengah mereka agar Barat leluasa membajak potensi mereka untuk memperkuat hegemoninya.

Selanjutnya, mereka menjadi duta-duta dari paham tersebut sekaligus korban dari nilai dan gaya hidup Barat dan sistemnya. Nilai-nilai Islam yang selama ini mereka warisi semakin luntur. Sosok mereka yang luar biasa dalam sejarah Islam kini tenggelam diganti dengan sosok yang mengejar hawa nafsu dan materi.
Sedangkan karakter Islam yang melekat kian tergerus oleh budaya hasil produk barat yang terus berkembang dalam tatanan masyarakat. Alhasil, para pemuda telah diarahkan untuk menjadi muslim moderat yang berpihak pada ide, nilai dan sistem Barat dan menjadi generasi ‘alay’ yang dilanda krisis identitas masa depan. Mereka sukses dirusak oleh ide kebebasan berperilaku hingga terjerumus pada dunia hitam, narkoba, seks bebas, konsumsi alkohol, prostitusi, LGBT dan perilaku menyimpang lainnya.

Potensi Pemuda Islam

Dalam sejarah kebangkitan peradaban dunia, pemuda menjadi kontributor yang sangat penting. Hampir semua perubahan itu diusung oleh gerakan pemuda. Sehingga Islam pun memberikan perhatian khusus terhadap mereka dengan potensi dan posisinya sebagai pemimpin perubahan peradaban dan penjaga Islam yang terpercaya.

Semenjak terbentuknya negara Islam di Madinah yang dipimpin langsung oleh Rasulullah, kemudian dilanjutkan beberapa zaman sesudahnya yaitu kekhalifahan Khulafaur Rasyidin, pemerintahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan Kesultanan Turki Usmani, para pemuda terus menjadi The Best Agent of Change dalam perspektif sejarah Islam maupun dunia.

Mereka menjadi target utama dalam pembentukan perjuangan Islam. Mereka terus dibina dengan akidah Islam hingga berhasil membangun pondasi perjuangan sekaligus sebagai mesih penggerak untuk kemajuan dakwah Islam.

Keberhasilan dakwah yang dilakukan oleh kalang pemuda tersebut menjadikan Islam terus menyebar ke berbagai penjuru dunia, hingga puncaknya ketika Ibukota Romawi Timur, Konstantinopel, berhasil dibebaskan oleh seorang pemuda bernama Mehmed II. Tidak hanya Al-Fatih, sejarah juga mencatat sosok pemuda 18 tahun bernama Usamah bin Zaid yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan muslim menyerbu Syam.

Sosok Mush’ab bin ‘Umair juga tak luput dari perhatian. Seorang pemuda yang diutus oleh Rasulullah dengan menjadi duta Islam untuk mendakwahkan Islam di Yastrib. Dengan perjuangannya, dalam tempo kurang dari 1 tahun hampir seluruh penduduk Madinah masuk Islam.

Demikianlah beberapa sosok pemuda Islam yang memiliki peranan besar dalam kebangkitan Islam. Keberadaan mereka cukup menjadi bukti untuk menyadarkan pemuda muslim saat ini akan potensi kekuatannya, dan hendaknya hal ini mampu menggugah semangat mereka untuk segera bangkit dari keterpurukan.

Karena sejatinya para pemuda merupakan kunci menuju perubahan peradaban Islam. Kunci tersebut akan berfungsi secara optimal dalam masyarakat yang menerapkan Islam Kaffah. Wallahu a’lam bish-shawab (*)

Reporter :     Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0