26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ekonomi Kreatif Butuh Iklim Usaha yang Mendukung


Ekonomi Kreatif Butuh Iklim Usaha yang Mendukung

KLIKSAMARINDA.COM - Menghidupkan sektor ekonomi kreatif membutuhkan kerja seluruh pihak. Dengan begitu, ekonomi kerakyatan bukan sekedar jargon program dan tagline di medsos tanpa rencana strategis dan teknis para pelaku yang terjun langsung mengolah sektor ekonomi mikro tersebut.

Kaltim, memiliki potensi ekonomi kreatif. Produknya pun beragam dengan kualitas yang cukup kompetitif.

Hal itu dijelaskan anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian seusai kegiatan Bimtek Pengembangan publikasi produk kreatif, Badan Ekonomi Kreatif Deputi Pemasaran di Hotel Midtown, Samarinda, Kaltim, Rabu 13 Maret 2019.

"Ini yang saya dorong agar pusat melirik usaha ekonomi kreatif di Kaltim," ujar Hetifah kepada media ini.

lebih lanjut, Hetifah mengatakan, keberlangsungan sektor ekonomi kreatif mesti didukung semua pihak baik pemerintah dan lembaga non pemerintah agar tercipta iklim usaha yang kondusif. Menurut perempuan berhijab itu, berbagai macam karya dari sektor industri kreatif di Kaltim menjadi modal baik pelaku usaha menunjukkan produk karya berkembang lebih pesat.

Selain itu Hetifah memberikan apresiasi yang besar kepada pelaku usaha yang hingga kini masih bertahan. Dengan adanya regulasi yang tepat, niscahya sektor ekonomi kreatif bisa menjadi penopang kesejahteraan masyarakat.

"Tugas saya di DPR RI menjadi fasilitator sekaligus melakukan evaluasi program bersama," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Plt Dirut pengembangan pasar dalam negeri, Fahmy Akmal menambahkan, dengan optimalisasi perdagangan digital dirinya yakin ekonomi kreatif dapat bertumbuh positif.

Perdagangan e-commers memberikan peluang besar bagaimana pelaku usaha bisa memamerkan produknya dengan kemudahan media jejaring sosial. Dirinya menilai Kaltim memiliki potensi yang cukup baik, namun minimnya informasi membuat membuat keberhasilan dan perkembangan sektor ekonomi kreatif kurang dikenal masyarakat.

"Produk khas sangat layak dijual. Sektor ini sangat bijak dibanding industri SDA energi tak terbarukan, jadi perlahan masyarakat dan keluar dari ketergantungan usaha Makro yang bersifatjangka pendek," terang Fahmy Akmal menguraikan. (*)




Comments

comments


Komentar: 0