26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Viu Shorts, Tingkatkan Industri Film Dari Daerah


Viu Shorts, Tingkatkan Industri Film Dari Daerah
Senior Vice President Marketing VIU Indonesia, Myra Suraryo

KLIKSAMARINDA.COM- Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi salah satu kota terpilih untuk Viu Shorts. Kegiatan ini diikuti 30 siswa setingkat SMA yang berasal dari kabupaten/kota di Kaltim.
 

Viu Shorts!, merupakan Festival film pendek tahunan Viu di Indonesia yang ditujukan kepada pelajar setara SMA dan Universitas, dan difokuskan untuk mendorong minat dan bakat generasi muda Indonesia terhadap industri perfilman dan menjalin hubungan dengan komunitas lokal untuk berkolaborasi di antara seniman lokal sekaligus merayakan keberagaman Indonesia.

Selain Samarinda, pada tahun ajaran 2018-2019 ini, rangkaian kegiatan workshop Viu Shorts! berlangsung di 17 kota di seluruh Indonesia, yaitu DI Aceh, Siak Indrapura, Kupang, Tanjung Pinang, Padang, Batam, Banyuwangi, Makassar, Manado, Maumere, Bojonegoro, Purbalingga, Banten/Cilegon, Singkawang, Labuan Bajo dan Banjarmasin. Kegiatan ini akan berakhir pada bulan Maret 2019.

Senior Vice President Marketing VIU Indonesia, Myra Suraryo menjelaskan itu saat berbicara di acara VIU Shorts! menjadi bentuk komitmen perusahaan penyedia layanan tontonan berkonsep video on demand, VIU, untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Institusi bisnis yang berpusat di Silicon Valley (California, AS) tersebut merangsang lahirnya film-film lokal terbaik berorientasi pasar global.

"Viu Shorts! berlangsung selama 3 minggu di setiap kota. Di Samarinda, ada 30 pelajar yang ikut. Workshop ini dikelola oleh tim profesional dari Viu, termasuk producer film, penulis naskah, sutradara film, dan editor film. Mereka bertindak sebagai mentor yang membimbing siswa di setiap kota untuk mengadaptasi cerita-cerita lokal dan mengubahnya menjadi produksi sinematik, film pendek. Workshop akan mencakup: penggalian dan pengembangan ide cerita selama satuminggu, proses produksi film pendek selama satu minggu, dan offline editing selama satu minggu terakhir," ujar Myra menjelaskan usai pembukaan Viu Shorts! di Hotel MJ, Samarinda, Senin 11 Maret 2019.

Menurut Myra, peluang Indonesia untuk lebih maju menjadi besar terbuka untuk dunia internasional. Alasannya, Indonesia memiliki kebudayaan yang begitu beragam yang dapat memjadi sumber ide untuk pembuatan film berkualitas.

"Indonesia terrdiri atas belasan ribu pulau, memiliki sekitar 750 budaya serta 300 bahasa dan dialek. Setiap budaya menyimpan seribu cerita. Kebudayaan bisa dijadikan sebagai sumber cerita. Ini bisa menjadi daya tarik pariwisata lokal memikat wisatawan untuk datang. Kedatangan wisatawan dengan berbagai kebutuhan akan menciptakan lapangan pekerjaan dan seterusnya investor akan masuk," urai Myra.

Namun, Myra mengkritik kiprah pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor industri kreatif seperti film. Menurutnya, pemerintah, khususnya pemerintah daerah, harus lebih mendalam dalam membaca kebutuhan daerah dalam menopang pengembangan industri kreatif sekalgus ekonomi warga.

"Pemerintah daerah sebaiknya lebih peka membaca arah pembangunan. Industri film di daerah akan mendorong terbentuknya wirausaha perfilman lokal dan terbukanya lapangan kerja perfilman lokal. Artinya semakin banyak warga dunia yang tertarik untuk berwisata ke berbagai daerah di Indonesia untuk melihat secara langsung keunikan yang mereka lihat dalam karya film atau serial hasil karya daerah tertentu. Terbukanya lapangan kerja lokal yang tumbuh dari kebutuhan yang datang bersama datangnya wisatawan ke daerah tersebut. Bisa juga menarik investasi ke daerah tersebut untuk mendukung ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan dengan berkembangnya pariwisata dan industri lainnya. Ini bisa berdampak terhadap peningkatan perekonomian daerah," tandas Myra.

Melalui kegiatan ini, Viu sendiri menanggung tiga sektor dalam pembuatan film. Pertama, menayangkan film agar ditonton publik melalui transcoding adaptive technology VIU original di 16 negara dalam waktu yang sama. Kedua, biaya pembuatan film ditanggung sepenuhnya oleh VIU. Ketiga, VIU memberi kesempatan kepada setiap sineas muda tampil di berbagai festival film untuk ikut berkompetisi. Seperti di Asian Academy Award. (*)

 
Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0