19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mahasiswa Unmul Demo, Desak Pengusutan Tuntas Kasus Selisih Dana Temuan BPK


Mahasiswa Unmul Demo, Desak Pengusutan Tuntas Kasus Selisih Dana Temuan BPK
Massa aksi massa gabungan dari berbagai lembaga Unmul yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mulawarman, Jumat, 1 Maret 2019.

KLIKSAMARINDA.COM - Sekira 50-an mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul), Jalan Gunung Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), 1 Maret 2019 menggelar aksi unjuk rasa (unras).

Aksi dari berbagai lembaga Unmul yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mulawarman itu dipicu temuan Badan pemeriksa keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan Badan layanan umum (BLU) Universitas Mulawarman saat periode 2010 dan 2011.

Dengan berbagai spanduk tuntutan dan kecaman, aksi demonstrasi dilakukan tepat di depan gedung Rektorat Unmul.

"Kami ingin penegak hukum terus mengusut tuntas kasus selisih dana BLU Unmul Rp35 Miliar hingga tuntas," ujar Koordinator Aksi, Dandino saat dikonfirmasi media ini, menjelaskan.

Lebih lanjut, mahasiswa mengatakan, untuk kasus dugaan selisih dana yang terjadi di kampus Unmul itu, mahasiswa telah bertemu dengan Rektor Unmul dan jajarannya.

Mereka (Rektor, Red) berjanji paling lambat Senin akan di posting di website Unmul mengenai pengeluaran anggaran secara terbuka.

"Kami ingin Rektor transparan terkait pengelolaan dana yang saat ini sedang disoal hingga pengelolaan tahun ini (2019, red)," imbuh Dandi yang juga Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip, Unmul itu.

Sebelumnya, Rektor Unmul, Masjaya mendapat pemanggilan dari Polda Kaltim beberapa pekan lalu. Pemanggilan itu terkait adanya laporan selisih laporan Badan Layanan Umum (BLU) Unmul untuk mengklarifikasi temuan selisih laporan keuangan Unmul dari BPK. Munculnya kasus itu setelah adanya laporan dari masyarakat.

Terpisah, mantan Rektor Unmul periode lalu, Prof. Zamrudin Hasid mengatakan, tentang adanya selisih BLU Unmul Rp35 miliar itu yang lebih memahami adalah Dekan FKIP dan jajaran pejabat setingkat di bawahnya.

Kegiatan tersebut melibatkan cukup banyak pejabat, termasuk Prof Rachmad Suud.

"Ini karena di sana (FKIP, red) kontrak dan kegiatannya dilaksanakan," terang Zamrudin belum lama ini.

Selain itu, dirinya menyebut, walau dirinya menjabat sebagai rektor namun untuk mengelola dana BLU menjadi kewenangan Masjaya yang saat itu menjabat sebagai Pembantu Rektor (PR) Unmul. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0