18 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Klikers Sakit Diabetes? Waspada Hipoglikemia saat Puasa


Klikers Sakit Diabetes? Waspada Hipoglikemia saat Puasa
(Foto: Ilustrasi)

KLIKSAMARINDA - Mahfum diketahui, penderita diabetes bisa melakukan puasa. Namun, membatalkan salahsatu rukun Islam itu saat Ramadan dianjurkan bila muncul gejala hipoglikemia. Hal ini diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam, Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Samarinda, dr Redy Ferana Hata SpPD. Mkes.

“Diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap terjadinya hipoglikemia pada penyandang diabetes yang menggunakan insulin. Perlu pemantauan yang lebih ketat disertai penyesuaian dosis dan jadwal suntikan insulin, bila terjadi gejala hipoglikemia hendaknya puasa dihentikan,” ungkap Redy.

Hipoglikemia, kata Redy, ditandai dengan gejala lelah, pusing, pucat, jantung berdebar, sulit konsentrasi, gemetar, hingga mudah marah. “Penderita diabetes usia lanjut mempunyai kecenderungan dehidrasi bila berpuasa, oleh karena itu dianjurkan minum yang cukup,” papar Redy.

Diketahui, pertengahan Juni ini, umat Muslim kembali menjalankan Ramadan. Untuk menghindari gejala hipoglikemia, Redy menganjurkan penderita diabetes untuk makan sahur, mendekati jadwal Imsak. “Kurangi aktivitas fisik siang hari. Sebaiknya, aktivitas fisik dilakukan sore hari jelang berbuka,” saran Redy.

Momentum Ramadan, diakui Redy bisa merubah psikologis penderita diabetes, sehingga merasa lebih sehat. “Sebaiknya puasa ini digunakan untuk lebih meningkatakan pengetahuan dan ketaatan berobat bagi para penderita diabetes. Dengan berpuasa ramadhan diharapkan adanya perubahan psikologis yang menciptakan rasa lebih sehat bagi penyandang diabetes,” pungkas Redy. (*)


Catatan:
- Penyandang diabetes yang cukup terkendali dengan obat oral dosis tunggal, juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat oral diberikan saat berbuka puasa. Hati-hati terhadap terjadinya hipoglikemia pada pasien yang mendapat obat oral dengan dosis maksimal.

- Bagi yang terkendali dengan obat oral dosis terbagi, pengaturan dosis obat diberikan sedemikian rupa sehingga dosis sebelum berbuka lebih besar dari pada dosis sahur.

- Untuk penyandang diabetes yang menggunakan insulin, dipakai insulin kerja menengah yang diberikan saat berbuka saja

- Diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap terjadinya hipoglikemia pada penyandang diabetes yang menggunakan insulin. Perlu pemantauan yang lebih ketat disertai penyesuaian dosis dan jadwal suntikan insulin, bila terjadi gejala hipoglikemia hendaknya puasa dihentikan.

Reporter : Tar    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0