19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kasus Plagiasi di Unmul Belum Jelas, Satu Dosen Turun Jabatan


Kasus Plagiasi di Unmul Belum Jelas, Satu Dosen Turun Jabatan
Aksi mahasiwa, 29 Oktober 2018 lalu, yang menggugat tindakan tegas terhadap dugaan plagiasi oleh dosen Unmul

KLIKSAMARINDA.COM - Telah berganti tahun, dugaan plagiarisme yang dilakukan civitas akademika di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) hingga kini masih belum jelas. Laporan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Fisip Unmul atas dugaan plagiasi yang meminta pihak Rektorat Unmul memberi kabar kejelasan belum juga disampaikan.

Saat dikonfirmasi, Kamis, 21 Februari 2019, Presiden BEM Fisip Unmul, Dandi mengatakan masih belum mendapatkan kabar jelas. Laporan BEM Fisip Unmul telah masuk ke pihak Rektorat Unmul tertanggal 15 Oktober 2018. Pihak Rektorat, ungkapnya, akan memberi kabar kejelasan dalam 3 hari usai masuknya laporan.

Bentuk kejelasan yang diinginkan oleh para mahasiswa kala itu, adalah pembentukan tim khusus dari pihak Unmul. Tim ini untuk mencari tahu akan kejelasan dugaan plagiarisme tersebut.

"Jadi untuk kelanjutan setelah aksi kemarin (29 Oktober 2018, Red), pihak rektorat melalui Wakil Rektor 1 akan membentuk tim penyelidik," katanya.

Setelahnya, Dandi menuturkan, pihaknya telah mencoba melakukan konfirmasi kepada rekotrat. Namun, dua kali pihaknya melakukan konfirmasi, masih belum juga mendapatkan kabar lebih lanjut.

Pun, dikabarkan dugaan kasus ini telah sampai ke pihak Kemenristek Dikti.

"Kami sudah dua kali melakukan konfirmasi. Pertama masih belum ada kelanjutan karena Unmul mau merombak kepengurusan jajaran birokrasi. Kedua masih belum ada kelanjutan, masih dalam penyelidikan di tingkat Dikti," jelas Dandi.

Sebelumnya, Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda, secara resmi mencabut tulisan artikel ilmiah milik 3 dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul) yang sebelumnya dipresentasikan dan dipublikasikan dalam Proceeding The 2nd International Conference on Education and Islamic Culture (ICEISC) FTIK IAIN Samarinda pada pertengahan Februari lalu. Dugaan plagiarisme yang jadi alasan pencabutan tersebut.

Dugaan plagiasi tersebut dilakukan oleh tiga civitas akademika Fisip, Unmul yakni Dekan Fisip, M Noor, Ketua Prodi Ilkom, Hairunissa, dan dosen pengajar Administrasi Negara, Hariati.

Lebih lanjut, menurut keterangan Dandi, saat posisi Dekan Fisip masih dipegang oleh orang sama, yakni M Noor. Begitu pun, Hariati yang masih menjadi dosen pengajar Administrasi Negara. Namun, Hairunissa disebut tidak lagi menjadi Ketua Prodi Ilkom saat ini.

"Dekan masih tetap, Hariati masih juga sebagai dosen. Tapi bu Nisa turun dari jabatannya selaku Kaprodi Ilkom," bebernya.

Satu sisi, BEM Fisip menyadari bahwa pelanggaran akademik seperti plagiasi ini tak bisa menjebloskan pelaku ke tahanan. Namun, Dandi berharap paling tidak hukum terbesar seperti pemecatan dapat disangsikan jika terbukti.

Pun, sangat disayangkan karena dengan redupnya kasus ini, baik nanti terbukti atau tidak para pelaku, akan menjadi efek domino untuk kasus di ranah akademik yang bersangkutan dengan plagiasi dan kekayaan intelektual kedepannya.

"Kami dari BEM Fisip dalam waktu dekat akan kembali mengusut kasus ini," tutupnya. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0