26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Polisi Kirim Penyidik, Terduga Pelaku Kekerasan di PAUD Surya Eka Dharma Manggala Ada di Sini


Polisi Kirim Penyidik, Terduga Pelaku Kekerasan di PAUD Surya Eka Dharma Manggala Ada di Sini
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto

KLIKSAMARINDA.COM - Kasus penganiayaan yang terjadi di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Surya Eka Dharma Manggala di Jalan Subulu Salam, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), memasuki babak baru. Polisi dari Polresta Samarinda telah mengirim penyidik untuk melakukan penjemputan terhadap pelaku berinisial DN (27).

Polisi belum menetapkan DN sebagai tersangka. Tetapi polisi akan memeriksa DN atas kasus dugaan penganiayaan terhadap muridnya, siswa PAUD Surya Eka Dharma Manggala berusia 4,5 tahun di Jalan Subulu Salam, Samarinda pada tanggal 25 November 2018 lalu.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rivianto mengatakan, pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait kasus penganiayaan ini. Kapolres memastikan pelaku masih di dalam negeri dan tidak berada di Taiwan seperti yang diungkapkan berbagai pihak.

"Tidak benar ada di luar negeri. Kemarin kita gelar perkara. Pelaku dikatakan ada di Jawa dan saat ini sedang dijemput oleh dua orang penyidik," kata Vendra saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis 21 Februari 2019.

Disinggung lamanya proses penyelidikan, Kapolres mengaku hal itu berkaitan dengan masalah teknis. Kapolres juga memberikan kewenangan penuh kepada penyidik untuk menangani kasus tersebut.
Pun, tentang kemungkinan pelaku berada di luar negeri, Kapolres memastikan tim penyidik sudah melakukan antisipasi.

"Kalau benar kita akan koordinasi dengan Imigrasi untuk membawa pulang pelaku. Atau kami akan minta Interpol untuk menangkapnya," katanya.

Ketua Harian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kaltim, Aji Suwignyo mengatakan, orang tua korban saat ini terus meminta kejelasan penanganan kasus hukum terhadap anaknya. Meski begitu, pihaknya memberikan apresiasi terhadap kepolisian yang menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kita apresiasi jika polisi terus menindaklanjuti kasusnya. Kasus ini telah dua bulan tanpa kejelasan. Bagaimana menderitanya orangtua korban yang harus bolak balik ke kantor polisi. Bagaimana sedihnya melihat anak semata wayangnya yang saat ini tidak bersekolah karena trauma akibat penganiayaan itu," kata Aji saat ditemui di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jalan Dewi Sartika, Samarinda.

Kasus ini, ungkap Adji, telah ditangani langsung oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera melakukan pemeriksaan psikitis bagi keduanya.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap balita di Yayasan PAUD Surya Eka Dharma Manggala di Jalan Subulu Salam, Samarinda ini diduga terjadi pada 25 November 2018 lalu. Orang tua korban telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian pada 27 November 2018 dengan bukti lapor dengan nomor laporan polisi: LP/749/XI/2018/Kaltim/Resta Smd tertanggal 27 November 2018.

"Insya allah tim dari Kementerian nanti datang kemari untuk melakukan pendampingan langsung kepada mereka," katanya.

Disinggung laporan ke Polda Kaltim, Aji mengatakan laporan sudah dilayangkan. Adji berharap laporan ini merangsang para penyidik di Polresta Samarinda untuk lebih fokus menangani kasus ini. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0