26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mahasiswa dan Dosen Rentan Lakukan Plagiarisme


Mahasiswa dan Dosen Rentan Lakukan Plagiarisme

KLIKSAMARINDA.COM - Maraknya kasus plagiarisme pada civitas perguruan tinggi menuntut pemahaman mahasiswa untuk memahami lebih jauh tentang hal ini. Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda menggelar kelas khusus untuk memberikan pemahaman adanya Peraturan Menteri Pendidikan  Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan  Plagiat di Perguruan Tinggi.
 
Dalam beberapa kasus belakangan ini, terungkap penelitian baik dosen maupun mahasiswa sering kali gagal, lantaran terdeteksi melakukan tindakan plagiarisme. 
 
Anggota bagian Divisi Kajian Strategis dan Kaderisasi, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional, Marfel Markus menyebutkan ada sekira 90 persen civitas kampus mengaku tidak terlalu paham dengan tindakan plagiarisme itu sendiri apa. Pun, dengan aturan yang mengatur tentang hal tersebut.
 
Marfel menuturkan, pihaknya  telah melakukan survei kepada 100 mahasiswa sebelum menggelar seminar tersebut.
 
"Ternyata, bahkan sebagian mengaku secara tidak sengaja pernah melakukan plagiat khususnya dalam mengerjakan tugas di kampus. Padahal tindakan ini bisa berujung pidana," sebut Marfel.
 
Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan ini mampu menangkal plagiarisme yang sering kali meresahkan sejumlah mahasiswanya.
 
"Diskusi ini kami gelar, dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada teman-teman kami agar menghilangkan budaya copy paste yang sering menjurus tindakan plagiarisme," tegasnya.
 
Kegiatan seminar turut menggandeng salah seorang dosen HI sebagai pemateri plagiarisme, Yuniarti. Ia menyebutkan, tindakan plagiarisme harusnya sedini mungkin dapat dicegah agar tidak banyak kasus plagiarisme yang terjadi di lingkungan kampus.
 
Yuni, sapaannya, mengakui tindakan plagiarisme tidak hanya rentan bagi mahasiswa namun hal ini juga bisa terjadi di kalangan dosen.
 
"Bahkan autoplagiarisme itu pernah terjadi. Saya pernah melakukan penelitian satu kali, dan ketika saya ingin melakukan penelitian lagi dengan sumber penelitian saya yang lama itu bisa disebut plagiarisme jika tidak mencantumkan sumbernya. Itu sebabnya mencantumkan sumber yang lengkap itu penting agar kita terhindar dari plagiarisme," urainya.
 
Upaya pencegahan telah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan  Nasional Nomor 17 Tahun 2010 khususnya dalam bab IV pasal 6. Regulasi ini wajib dijunjung tinggi setiap fakultas, terlebih  ini juga menyangkut aturan hak cipta. 
 
"Jika ketahuan melakukan plagiat, sanksi beratnya bisa sampai kehilangan gelar. Atau bagi dosen pangkat PNS nya bisa dicabut baik secara terhormat maupun tidak terhormat. Sekalipun ia berada di luar negeri dan telah lulus bertahun-tahun," tutur Yuni.
 
Lebih lanjut, dalam hal ini pihak Unmul telah berupaya untuk menghindari tindakan plagiarisme yang dapat berdampak buruk bagi mahasiswanya.
 
"Salah satunya, mahasiswa maupun dosen meng-upload hasil penelitiannya ke Dikti. Jadi bisa diperhatikan, kalau ada yang menjurus segera kami tegur sebelumnya agar penelitian tersebut dibatalkan," pungkas Yuni. (*)
Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0