22 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

PWI Kaltim Minta Usut Tindak Kekerasan Dalam Aksi di Balikpapan


PWI Kaltim Minta Usut Tindak Kekerasan Dalam Aksi di Balikpapan
Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Kaltim, Charles Siahaan

KLIKSAMARINDA.COM - Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Cabang Kaltim, menyesalkan tragedi pemukulan polisi terhadap wartawan KLIK Balikpapan dan sejumlah mahasiswa, Senin, 11 Februari 2019.

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Kaltim, Charles Siahaan, menyatakan keprihatinannya atas tragedi pemukulan yang korbannya melibatkan insan Pers. Ia menyesalkan peristiwa tersebut terjadi di Kaltim.

Menurutnya, insiden kericuhan unjuk rasa sering tak terduga, termasuk jatuhnya korban dari wartawan. Namun, Charles mengingatkan, bukan berarti tindakan itu dibiarkan begitu saja.
"Pihak terkait harus melakukan pengusutan tuntas terhadap oknum polisi yang melakukan pemukulan tersebut," ujar Charles, Senin malam, 11 Februari 2019.

Ia berharap aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini. "Harus diperiksa. Bukan kita minta agar langsung dihukum, tapi diusut, diperiksa apakah sudah sesuai protap atau melanggar," ingat Charles.

PWI Kaltim, sambung Charles, meminta polisi tidak membiarkan kasus ini. "Tetap harus diusut. Bukan hanya meminta maaf dan membiarkannya," tegas Charles.

Charles juga mengingatkan pada rekan jurnalis untuk selalu berhati-hati dalam melakukan tugas peliputan.

"Kadang teman-teman juga lupa tidak menjaga dirinya. Apalagi liputan aksi kadang ada saja insidennya," ujar pria, yang juga Ketua Jurnalis Anti Hoax Kaltim.

Charles juga berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra, berjanji akan melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya. Apakah menyalahi protap atau tidak.

"Bila terbukti ada polisi yang melakukan pelanggaran, akan kita proses. Saya akan bertanggung jawab," janji Wiwin.

Ia kembali menekankan, "Saya akan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi hari ini," paparnya.

Wartawan KLIK Balikpapan, Rahadian Zulkarnain Fagi, yang menjadi korban pemukulan, menceritakan kronoligisnya. Awalnya ia bersama jurnalis Balikpapan lain memantau aksi demo.

"Habis wawancarai pak Faisal Tola (Ketua Komisi I DPRD) dan penyidik kita pada istirahat," ujarnya. Setelah itu, para pengunjuk rasa menanti kedatangan Ketua DPRD dan Walikota Balikpapan.

Di jeda penantian itu, para jurnalis rehat sambil memantau jalannya aksi. Ada yang di pinggir jalan, trotoar dan lainnya. Dian sendiri saat itu berada di tengah jalan dekat pengunjuk rasa.

Ia ingin mewancarai peserta aksi. "Tiba-tiba terjadi chaoss. Kejadiannya cepat sekali. Saya sudah teriak sebagai wartawan tapi tetap perisai polisi tetep mengenai kepalaku. Di situ langsung setengah sadar," ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 10 mahasiwa menjadi korban dan dilarikan ke rumah sakit. Sampai malam ini para korban masih mendapat perawatan intensif.

Reporter : Devi KLIK BALIKPAPAN    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0