22 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ada 10 Korban dalam Aksi di Balikpapan, Polisi Dinilai Salahi Prosedur


Ada 10 Korban dalam Aksi di Balikpapan, Polisi Dinilai Salahi Prosedur
Aksi yang berlangsung Senin 11 Februari 219 di Balikpapan. (Klik)

KLIKSAMARINDA.COM - Unjuk rasa mahasiswa di Balikpapan diwarnai kericuhan dan menyebabkan 10 korban dilarikan ke rumah sakit. Aksi yang berlangsung Senin siang 11 Februari 2109 ini, diwarnai chaoss antara mahasiswa dan aparat.

Tujuh korban dilarikan ke RS Bhayangkara, tiga lainnya di RS Pertamina Balikpapan. Para korban berasal dari Korlap Aksi Yosep, Ketum HMI Balikpapan sampai wartawan.

Aktivis HMI Balikpapan, Aulia Rahman, menilai polisi menyalahi prosedur tetap pengamanan demo.

"Jelas salahi protap. Polisi sangat represif terhadap kami," ujarnya, Senin sore kepada KlikBalikpapan.

Ia sendiri menjadi salah satu korban yang kini berada di rumah sakit. Aulia mengatakan, kejadiannya sangat cepat.

Saat itu masuk waktu Ashar. Beberapa pengunjuk rasa menunaikan shalat.

Sebagian masih menunggu kehadiran Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh dan Walikota Balikpapan, Rizal Effendi. Ia mengakui kala itu aksi sempat menutup jalan. Perjanjiannya, jalan dibuka setelah Ketua DPRD menemui peserta aksi.

"Tapi sebelum Ketua DPRD datang, tiba-tiba polisi mengejar dan memukul kami. Pala saya kena pukul juga," ujarnya.

Ia menyesalkan tindakan represif yang dilakukan polisi. HMI Balikpapan, ujar Aulia, berencana akan melakukan aksi lanjutan atas tindakan aparat tersebut.

Selain peserta aksi, wartawan KLIK Balikpapan, Rahadian Zulkarnain Fagi juga menjadi korban pemukulan polisi. Rahadian kini berada di UGD RS Bhayangkara bersama korban lain.

Dian, begitu ia disapa, menceritakan kronoligisnya. Awalnya ia bersama jurnalis Balikpapan lain memantau aksi demo.

"Habis wawancarai Pak Faisal Tola (Ketua Komisi I DPRD) dan penyidik kita pada istirahat," ujarnya.

Setelah itu, para pengunjuk rasa menanti kedatangan Ketua DPRD dan Walikota Balikpapan. Di jeda penantian itu, para jurnalis rehat sambil memantau jalannya aksi.

Ada yang di pinggir jalan, trotoar dan lainnya. Dian sendiri saat itu berada di tengah jalan dekat pengunjuk rasa.

Ia ingin mewancarai peserta aksi.

"Tiba-tiba terjadi chaoss. Kejadiannya cepat sekali. Saya sudah teriak sebagai wartawan tapi tetap perisai polisi tetep mengenai kepalaku. Di situ langsung setengah sadar," ujarnya.

Ia pun dilarikan ke UGD RS Bhayangkara. Sampai saat ini Dian masih tergolek kesakitan.

Aparat sempat mengunjungi korban di rumah sakit. Namun, saat KLIK meminta keterangan, mereka enggan memberi komentarnya atas peristiwa ini.

Reporter : Devi KLIK BALIKPAPAN    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0