21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Donna Faroek Tentang Kadin Kaltim Tandingan


Donna Faroek Tentang Kadin Kaltim Tandingan
Jajaran Kadin Kaltim Donna Faroek.

KLIKSAMARINDA.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah didera dualisme. Sementara, Kadin Kaltim sendiri yang diketuai Dayang Donna Faroek sejak tahun 2017 lalu secara aklamasi.

Sementara Kadin tandingan datang dari Andhika Hasan sebagai Ketua Kadin versi OSO. Rencananya, Kadin Kaltim tandingan ini akan dilantik Gubernur pada hari Sabtu, 9 Februari 2019.

Sebagai Ketua Kadin Kaltim, Donna sapaannya dan jajarannya itu tak tinggal diam. Donna Faroek memberikan penjelasan rasional terkait Kadin tandingan.

Menurutnya, hal itu lantaran jajaran pengurus Andhika Hasan tanpa melalui proses Musyawarah Daerah (Musda) sebagaimana aturan setiap organisasi.

"Kami menduga Kadin Kaltim tandingan ini adalah skenario ditengah situasi politik yang sedang memanas" ujar Donna kepada media ini, 7 Februari 2019.

Lebih lanjut Donna mengatakan, sekretaiatan jajaran pengurusnya resmi melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) tahun 2017 dan dikuatkan dengan surat pernyataan Kadin Kaltim yang dikeluarkan Kadin Indonesia dengan nomor surat :089/DP/I/2019 pada tanggal 23 Januari 2019.

Pun Donna menyebut, eksistensi Kadin Kaltim yang dipimpinnya terbilang cukup dinamis. Baik di tingkat Nasional dan Internasional.

Bahkan Donna mengatakan Kadin Kaltim kerap diundang dalam setiap forum pengusaha muda dan mendapat kunjungan dari asosiasi pengusaha mancanegara.

Dengan demikian Donna bersama jajarannya akan melakukan langkah-langkah untuk melakukan upaya yang diperlukan.

"Kami akan bertemu Gubernur Kaltim, Isran Noor untuk beraudensi," ungkapnya.

Sebagai informasi Kadin berdiri pada tanggal 24 September 1968 dan sebagai Ketua umumnya Usman Ismail masa jabatan 1968 sampai dengan 1972.

Pada tanggal 26 Desember 1973 Kadin diakui Pemerintah RI dengan Keppres RI 49 pada masa kepemimpinan Sahid Gitosarjono periode 1982 sampai dengan 1988.

Dikatakannya lagi, semangat awal pembentukan Kadin sebagai wadah dan wahana pembinaan, komunikasi, informasi, representasi, konsultasi serta fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia.

Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan dunia usaha Indonesia yang kuat dan berdaya saing tinggi bertumpu pada keunggulan nyata sumber daya nasional. Terlebih Kadin di daerah bekerja berbasiskan pada kekuatan daerah, sektor usaha dan hubungan luar negeri.

Sebagai informasi kembali, masalah Dualisme Kadin terjadi sejak 2013 saat Oesman Sapta Odang (OSO) memplopori terselenggaranya Munas Kadin yang memilih Rizal Ramli sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2013 sampai dengan 2018. Kemudian dilanjutkan Eddy Ganefo untuk masa Bakti 2018 sampai dengan 2023.

Lebih lanjut Donna mengatakan, masalah dualisme itu disebut Donna pernah dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke VII Kadin medio November 2015 di Bandung, Jawa Barat. Dari Munas itu terpilih Rosan P Roeslani menggantikan Suryo Bambang Sulisto periode 2015 sampai dengan 2020.

Sementara Kadin tandingan tidak melakukan aktivitas karena kemunculannya tidak dilandasi aturan organisasi yang benar berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Keberadaan Kadin Kaltim yang saya pimpin mendapat pengakuan dari Pemrov Kaltim dan Perbankan," tambah Donna lagi. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0