22 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pencarian Korban Ledakan Kapal di Samarinda Berlanjut, Tim Terkendala Arus dan Jarak Pandang


Pencarian Korban Ledakan Kapal di Samarinda Berlanjut, Tim Terkendala Arus dan Jarak Pandang

KLIKSAMARINDA.COM - Dua orang korban tenggelam akibat ledakan KM Amelia yang terjadi Selasa malam, 5 Februari 2019 di dermaga S1, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terus dicari petugas. Sejumlah warga masih terlihat memenuhi lokasi kejadian untuk menyaksikan petugas melakukan penyisiran.

Hingga Rabu pagi, 6 Februari 2019 tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan. Tim terdiri dari Tim Penyelam Brimob Detasemen Pelopor Kota Samarinda Polda Kaltim dan Tim Basarnas. Petugas juga dibantu warga mencari dua warga yang diduga menjadi korban ledakan kapal KM Amelia.

Pencarian dimulai dengan melakukan penyisiran di sepanjang alur Sungai Mahakam hingga sejauh 2 mil dari dermaga S1 Sungai Kunjang, Samarinda. Pencarian menggunakan 4 unit speed boat dan satu unit rib serta perahu karet milik warga.

Kepala Operasional Basarnas Samarinda, Dede Hariana menjelaskan, pencarian dimulai sejak Rabu pagi. Menurut Dede, petugas fokus pada pencarian dua korban yang dilapokan hilang usai ledakan KM Amelia terjadi.

“Hari kedua kita fokus pada penyisiran korban. Dua orang yang kita cari. Mungkin kita stanby 7 hari ke depan. Di hari ini, kita fokus di 2 notemil dari lokasi kejadian perkara (LKP). Kita mencari di bawah tongkang dan kolong jembatan. Kemungkinan korban ada di situ,“ ujar Dede.

/images/img_galeri/141 Pencarian Korban 2.jpg

Tim Penyelam Brimob Polda Kaltim juga melakukan pencarian dengan cara menyelam di sekitar bangkai kapal di dermaga S1 Sungai Kunjang. Namun, menurut Ketua Tim Gegana, Iptu Erlan, arus sungai yang kencang dan jarak pandang di kedalaman 10 meter menjadi kendala bagi tim penyelam untuk mengetahui posisi kapal.

“Kesulitannya yang pertama di bawah kapal sudah hancur. Di situ kan banyak kayu-kayu. Kita usahakan masuk. Yang kedua di Sungai Mahakam ini arus agak kencang untuk berikutnya jarak pandang fisibiliti nol, ujar Iptu Erlan.

Sebelumnya, satu orang anak buah kapal dipastikan meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0