21 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bayi Hasil Hubungan Gelap Meninggal Dunia Setelah Lahir Di Kamar Kos


Bayi Hasil Hubungan Gelap Meninggal Dunia Setelah Lahir Di Kamar Kos
Ilustrasi.

KLIKSAMARINDA.COM - Seorang bayi hasil hubungan gelap meninggal dunia usai dilahirkan ibunya. Bayi yang awalnya sungssang tersebut meninggal lantaran sang ibuny nekad melahirkan tanpa bantuan petugas medis di kamar kosnya, Jalan Pramuka 6, Samarinda Kaltim.

Diketahui, si ibu, Faridah (24) merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip) salah satu perguruan tinggi swasta di Samarinda asal Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Kejadian bermula, bayi yang belum diberi nama ini dilahirkan oleh Faridah melahirkan seorang diri tanpa bantuan tim medis di kamar kosnya, Rabu, 09 Januari 2019 sekira pukul 15.00 wita.

Diduga ada kesalahan saat proses persalinan, bayi perempuan yang dilahirkannya meninggal dunia. Namun, bukannya melaporkan kejadian ini kepada para warga sekitar tempat kosnya, alih-alih mahasiswa Jurusan Pedidikan Sekolah Dasar ini malah mencari ahli agama yang bisa menguburkan anaknya secara layak sesuai agama yang dianutnya melalui media sosial.

Langkah yang diambil kontan memancing warga net untuk mencari tahu. Apalagi sejumlah warga yang berniat membantu berusaha mencari keberadaan ibu dan anak ini.

Bayi hasil hubungan gelap orang tuanya ini kamis, 10 januari 2019, siang telah berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum AW Syahranie untuk dilakukan visum. Ssementara itu Faridah masih mendapatkan perawataan serius oleh tim medis unit gawat darurat di rumah sakit yang sama.

Amelia (26), warga perumahan Jalan Pramuka Samarinda mengatakan bahwa dirinya sempat diminta oleh salah seorang pengurus masjid di Gunung Lingai untuk mengecek postingan Faridah tersebut. Bahkan ia langsung mengantar pengurus masjid itu ke kos-kosan tempat Faridah melahirkan.

"Baru dia kirim kesaya itu suruh saya liat, komplek ini kan saya kerja disini. Tapi nggak tahu kalau sudah semalaman. Kayaknya dia minta bantu temannya ini," ungkapnya.

Sementara itu, kasus tewasnya bayi usai dilahirkan ternyata sempat membuat heboh warga sekitar. Salah satunya Wono (74) yang merupakan tetangga yang tinggal tepat disebelah rumah kos Faridah.

Ia mengaku baru mengetahui kejadian setelah polisi tiba dilokasi.

"Awalnya saya nggak tahu juga. Kejadian jam berapa," terangnya.

Pernyataan berbeda didapatkan dari Hamzih Djamhari, Ketua RT 30. Sebelum kasus ini terungkap, ia cukup terkejut, karena didatangi seorang pengurus masjid yang tiba-tiba mengajaknya mendatangi rumah warganya yang mengaku anaknya meninggal dunia tersebut.

Iapun langsung menuju kos-kosan yang dimaksud dan benar saat tiba dilokasi. Ia melihat bayi malang itu dilantai dua rumah kos.Keadaan bayi malang ini dibungkus lampin dan selimut bercorak warna warni serta ari-ari terlihat masih menggantung di tali pusatnya.

Hamzih juga mengaku Farida sempat memarahi ustad yang datang dan memintanya untuk tidak melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

"Ini tidak jelas bapaknya siapa ini, tidak jelas meninggalnya bagaimana. Saya langsung telpon polisi meski dia bilang jangan dilaporkan," ungkapnya.

Temuan mayat bayi ini dilaporkan ke Polsekta Samarinda Ulu. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi termasuk teman kos korban.

Kapolsekta Samarinda Ulu, Kompol Arifin Renel mengatakan bahwa untuk pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya bayi yang dilahirkan Farida. Namun, untuk sementara pihaknya belum menemukan adanya tanda-tanda upaya menggugurkan kandungan yang dilakukan oleh pelaku.

Selain itu, Kapolsek juga membantah jika bapak dari bayi malang ini adalah polisi.

"Kan gagal karena sungsang kan berarti yang jelas bukan ditangani oleh yang ahlinya. Dia ngomong sendiri, mahasiswa mungkin sudah berkerja yah namun diluar kota. Tapi dia masih komunikasi," jelas dia.

"Kasus ini bukan aborsi ya, tapi apanamanya yah akibat pacaran diluar nikah tentunya," imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengungkap pasti penyebab kematian bayi malang itu. Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Umum AW Syahranie.

Jika terbukti adanya kesengajaan yang membuat bayi malang ini tewas maka kedua akan dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 341 Jo Pasal 342 KUHP, keduanya terancam hukuman pidana seumur hidup. (*)

Reporter : Syur    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0