21 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Nah, Ini Alasan PDAM Tirta Kencana Baru Perbaiki Instalasi


Nah, Ini Alasan PDAM Tirta Kencana Baru Perbaiki Instalasi
Suasana hearing antara Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) dan anggota DPRD Samarinda serta pihak PDAM Tirta Kencana Samarinda, Kamis, 10 Januari 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Aksi menuntut aliran air bersih digelar oleh ratusan warga Perumahan Bukit Temindung Indah Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang yang menamakan diri Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) di depan Kantor DPRD Samarinda, Kamis, 10 Januari 2018.

Pasalnya, sejak bertahun-tahun ini warga sulit untuk mendapat akses air bersih. Selain itu, aliran air hanya diterima secara bergilir dua hari sekali.

Tak berselang lama, aksi damai tersebut diterima oleh anggota DPRD serta dan pihak PDAM Tirta Kencana Samarinda. Hearing dilakukan diruang paripurna lantai III gedung DPRD Samarinda. Hearing dipimpin Alphad Syarif.

Dalam hearing tersebut, diungkapkan Dirut PDAM Tirta Kencana Nor Wahid alasan mengapa baru dilakukan perbaikan instalasi air saat ini setelah ada demo warga. Wahid mengklarifikasi instalasi perpipaan di perumahan itu belum serah terima kepada PDAM oleh pengembang. Pasalnya, belum memenuhi standar SNI.

Sebelumnya dalam hearing, dalam waktu dekat pihak PDAM Tirta Kencana Samarinda akan mengevaluasi keberadaan boster.

"Itu karena memang ada beberapa peralatan yang tidak memenuhi standar. Seperti pompa masih kurang, reservoar terlalu kecil dan lainnya. Ini yang akan kita bicarakan lebih lanjut," terang Wahid.

Selain itu, upaya penyerahan aset sebenarnya sudah diupayakan lama. Namun, hal itu masih tertunda karena beberapa alat belum memenuhi standar atau kualifikasi PDAM.

"Serta, tim PDAM juga telah meninjau ke lapangan namun ada beberapa hal yang mesti diganti dahulu. Baru bisa dilakukan penyerahan," lanjutnya.

Dilain sisi, pihak Pengembang dari PT Arta Nusantara, Vera Dumalina turut pula menjelaskan beberapa alasan.

Diantaranya, pihaknya masih kebinggungan lantaran semua pengadaan peralatan baik pompa, reservoar semua diadakan melalui subkontraktor PDAM Tirta Kencana.

"Kalau kemudian ada istilah tidak standar. Kami tidak mengerti juga apa maksudnya. Karena pengadaan barang itu melalui subkontraktor PDAM. Mestinya harus standar dong," jelas dia.

Pun, pengadaan alat- alat pipa, pompa, reservoar dan lainnya diadakan melalui subkontraktor PDAM. Semua pengemban tidak dibenarkan beli sendiri.

"Tapi belakangan PDAM justru menolak serah terima karena tidak standar," jelas Vera. (*)

Reporter : Robbi    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0