11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dapat Kabar Duka, Keluarga Korban Penembakan KKB Papua Asal Kukar Kaltim Histeris


Dapat Kabar Duka, Keluarga Korban Penembakan KKB Papua Asal Kukar Kaltim Histeris
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Dua orang pegawai di PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek pembangunan ruas jembatan jalan Trans Papua di Nduga, berasal dari Kalimantan Timur (Kaltim). Keduanya adalah Samuel Pakiding dan Simon Tandi.

Keluarga dari kedua pekerja PT Istaka Karya tersebut berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu di antaranya tampak histeris.

Ialah Agus Ludia Passa (35), istri Samuel Pakiding, yang histeris sesaat setelah mendengar kabar duka dengan tewasnya Samuel Pakiding di tanah Papua.

Jumat pagi, 7 Desember 2018, keluarga Samuel Pakiding di Jalan Bukt Sion, Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, mendengar kabar duka tersebut. Keluarga Samuel telah menunggu kabar selama 5 hari.

Samuel Pakiding merupakan pekerja di PT Istaka Karya. Sang istri, Agus Ludia Passa (35) menangis usai mendengar kabar kematian suaminya di Papua yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ibu dari 4 orang anak ini bersedih ketika melihat kedatangan anak ketiganya dari sekolah. Sebelum pergi sekolah, anaknya menanyakan kabar ayahnya.

Sekitar pukul 10.30 WITA, Agus Ludia Passa mendapatkan kepastian kondisi suaminya yang tewas di Tanah Papua. Samuel sebelumnya berangkat dari Kukar pada Oktober 2018 lalu bersama Simon Tandi.

Keduanya berangkat langsung menuju Papua sebagai pekerja dalam proyek pembangunan jembatan ruas jalan Trans Papua di Nduga.

Dari pengakuan Agus Ludia Passa, terakhir berkomunikasi melalui telepon seluler dengan suaminya pada tanggal 14 November 2018 lalu sebelum sang suami menuju lokasi proyek di Nduga.

Sang suami berjanji akan segera pulang dan merayakan Natal bersama anak-anaknya. Samuel juga mengatakan ia akan libur panjang karena saat ini akan ada perang di Papua karena mereka akan merayakan ulang tahun kemerdekaan.

"Katanya waktu itu, "paling saya cuma dua minggu di atas. Saya turun kembali karena akan ada perang di sana. Sebulan kami tidak bakal kerja". Dia bilang, "kamu harus sama-sama anakmu terus. Jangan kamu tinggalkan. Jangan kamu pisahkan". Tapi saya tidak ada perasaan apapun," ujar Agus Ludia Passa.

Agus ludia dan keempat anaknya selama ini hanya bisa memantau perkembangan kejadian yang menimpa sang ayah dari televisi. Mereka juga berharap agar kepala keluarga mereka segera dikirimkan ke Kaltim untuk dimakamkan.

Rida Sanda, istri dari Simon Tandi mengaku bersyukur sang suami selamat. Namun rasa khawatir masih menghantuinya. Pasalnya sang suami belum keluar dari tanah Papua

Rida mengharapkan agar pemerintah segera memulangkan Simon Tandi ke Kaltim agar berkumpul dengan keluarga. Rida bersyukur sang suami berhasil lolos dari maut setelah ditolong warga lokal keluar dari lokasi pekerjaannya dan berjalan selama 4 hari.

"Berempat mereka bersama dua orang kampung. Dia selama di hutan mulai hari Minggu jam 7. Dia bilang kemarin jam 9, empat hari empat malam. Sembunyi di hutan. Dia jalan gak kenal capek. Katanya kakinya sudah penuh duri. Banyak robek sana sini sama tanganaya karena dia kena kayu. Sekarang posisinya ada di hotel Timika dijaga dengan aparat keamanan. Kemarin yang nyelamatkan petugas karena orang kampung itu mengantar mereka ke gunung tempat posko penjagaan," ujar Rida. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0