11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Astaga, 9 Bocah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Samarinda


Astaga, 9 Bocah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Samarinda
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur embali terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Kali ini, sembilan bocah menjadi korban pelecehan seksual di sekitar Jalan Delima, Samarinda.

Polisi mengungkap perilaku menyimpang ini setelah menerima laporan dari orang tua korban. Polisi kemudian mengetahui identitas pelaku pelecehan yang juga tetangga di sekitar rumah korban.

Sebelum menjalankan aksinya, pelaku memberikan iming-iming Rp50 ribu. Pelaku juga mengajak para bocah korban menonton film porno melalui telepon seluler.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Iptu Yunus Kelo menerangkan, penangkapan pelaku berinisial S ini dilakukan atas perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Para korban mengaku kepada orang tuanya mendapatkan uang Rp50 dari pelaku setelah diminta berbuat cabul.

"Korban yang sudah melaporkan ke kita kurang lebih 9 orang. Nanti akan kita panggil satu satu untuk kita mintai keterangan dengan modus, apakah ada yang sama dengan keterangan yang sama. Korban diajak terus diiming-imingi dan kasih uang," ujar Iptu Yunus.

Perilaku menyimpang S terjadi di pemukiman penduduk yang terletak di atas bukit dengan perpohonan yang rindang. Tempat itu menjadi tempat bagi pria berusia 28 tahun tersebut untuk melakukan pelecehan seksual terhadap para korbannya.

Kode Menangkap Burung
S tak begitu saja melakukan aksinya. Dia memiliki kode yang disampaikan kepada para korbannya sebelum melakukan aksi bejatnya. Kode itu adalah menangkap burung.

Awalnya, pelaku yang berprofesi sebagai koki di sebuah hotel berbintang di Samarinda itu membawa 9 anak tetangganya untuk melampiaskan nafsu bejatnya di area berbukit dan sepi.

S mengaku ia menyukai anak-anak. Sebelum melakukan aksinya ia mengajak dan membujuk korbannya menonton video porno. Setelah itu ia pun mengajak korbannya melakukan perbuatan serupa seperti yang tampak di video.

"Awalnya saya panggil dan bujuk. Yang kedua datang sendiri. Mangginya diajak jebak burung di atas gunung. Aku iming-imingi kasih duit nanti. Akhirnya, mereka mau," ujar S, Rabu 5 Desember 2018.

S sendiri telah melakukan perbuatannya itu sejak Maret 2018. Sembilam anak telah menjadi korbannya. Meski begitu, S membantah telah melakukan sodomi. S mengaku hanya meminta anak-anak untuk memegang kemaluanya dan meminta melakukan oral.

Saat ini, aparat kepolisian Polsekta Samarinda Ulu masih memeriksa S. Ia terancam kurungan 15 tahun karena melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0