11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemprov Kaltim Sanksi PT ABN


Pemprov Kaltim Sanksi PT ABN
Lokasi longsor di Sanga-sanga, Kukar (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah emberikan sanksi kepada perusahaan tambang batu bara PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) untuk menghentikan aktivitas ekplorasinya di titik lokasi dekat permukiman.

Keputusan Pemprov Kaltim tersebut sesuai dengan hasil investigasi inspektur tambang, setelah kejadian longsor jalan yang menghubungkan jalan poros Kecamatan Sanga-Sanga menuju Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis 29 November 2018 lalu.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim Wahyu Widhi Heranata, di Samarinda, Selasa, mengungkapkan hasil investigasi inspektur tambang menetapkan Pemprov Kaltim menjatuhkan sanksi terhadap PT ABN.

"Kami akan memberikan sanksi,yaitu penghentian aktivitas tambang khususnya di Pit 1 West atau lokasi penambangan yang paling dekat dengan kejadian," kata Widhi, usai menghadap Wagub Hadi Mulyadi di kantor gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Selain menutup aktivitas tambang di dekat permukiman, Pemprov Kaltim juga mewajibkan PT ABN menuntaskan ganti rugi dan `recovery` fasilitas umum dan rumah warga Sangasanga yang rusak karena longsor.

"Perusahanan harus melakukan recovery, termasuk ganti rugi dan recovery jalan. Recovery wajib dengan biaya mereka, termasuk revegetasi," ujar Widhi.

Ia menegaskan bahwa sanksi penutupan ini hanya berlaku di area Pit 1 West yang dikerjakan PT ABN, sedangkan di areal lain masih tetap dibolehkan.

Penghentian kegiatan tambang di Pit 1, menurut Widhi, karena? jarak area aktivitas tambang dengan permukiman dinilai menyalahi aturan buffer zone.

"Ada hitungan jarak juga buffer zone minimal 500 meter. Tapi itulah di pertambangan ini banyak peraturan yang abu-abu. Sanksi tetap kami berikan, pit kita tutup, surat dari saya menyusul. Izin tetap jalan karena mereka bisa di tempat lain. Yang penting mereka harus reklamasi dan revegetasi di tempat itu," katanya pula.

Sementara itu terkait pemulihan jalan poros Sangasanga-Muara Jawa, menurut Widhi, PT ABN siap bekerja dalam waktu dua minggu dan didampingi Bina Marga Dinas PU Provinsi Kaltim.

"Setelahnya ditutup, kalau perlu pakai beton yang kuat karena ini jalur logistik. Terkait batasan waktu pemulihan jalan, tinggal teknisnya bagaimana. Yang jelas nanti ada surat dari saya," ujar Widhi pula.

PT ABN Akan Patuhi Instruksi Pemprov Kaltim

Perusahaan tambang batu bara PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) menyatakan akan mematuhi instruksi dari Pemerintah Provinsi Kaltim, terkait dengan hasil investigasi peristiwa jalan longsor di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Manager External PT Adimitra Baratama Nusantara Bambang Takarianto di Samarinda, Selasa, mengatakan pihak perusahaan akan melaksanakan intruksi Pemprov Kaltim termasuk keputusan untuk menghentikan aktivitas pertambangan di? Pit 1 yang berada di dekat pemukiman.

"Kalau memang itu sudah menjadi keputusan maka akan segera kami laksanakan, kami akan hentikan kegiatan pertambangan disana," kata Bambang dihubungi via telpon.

Untuk tanggung jawab lainnya yang harus dilaksanakan oleh PT ABN, yakni revitalisasi dan juga penanganan para korban, menurut Bambang, sebelum adanya keputusan tersebut pihak perusahaan sudah lebih dulu melaksanakan.

Ia mengatakan PT ABN, dengan dibantu aparat dan pemerintah telah melaksanakan kerja pararel dalam rangka pemulihan kondisi.

"Kami sudah melakukan sejumlah tangung jawab kepada masyarakat yang menjadi korban jalan longsor, dengan memberikan santunan dan juga fasilitas tempat tinggal," bebernya.

Selain itu, kata Bambang, pihaknya juga telah melakukan pengurukan jalan longsor tersebut, untuk menyambung kembali jalan yang telah terputus, dan itupun juga melibatkan masyarakat sekitar dengan menggunakan jasa angkutan truk mereka.

Bahkan, kata dia, sejumlah warga yang punya warung dan menjadi korban bencana tersebut telah difasilitasi untuk menyediakan makanan bagi para pekerja dan aparat yang melalukan pengurukan jalan.

"Kami targetkan dalam waktu dua Minggu kedepan, jalan tersebut bisa tersambung, dan satu bulan kedepan bisa segera dicor atau bentuk pengerasan lainnya," kata Bambang.

Ia mengatakan pihak perusahan juga telah mendata sejumlah kerugian yang diderita oleh masyarakat.

"Kami masih mengumpulkan laporan warga terkait kerugian yang mereka alami, nantinya kami akan verifikasi dulu sebelum diberikan ganti rugi," katanya. (*)

Reporter : Antara    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0