11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemprov Kaltim Siap Terbuka Soal Data


Pemprov Kaltim  Siap Terbuka Soal Data

KLIKSAMARINDA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kalimantan Timur (Kaltim) 4 Desember 2018 melaksanakan audensi bersama insan pers dari berbagai latar belakang perusaan media online (daring) di Kaltim. 

Diskusi panel media bersama Wakil Gubernur (Wakil Gubernur) Kaltim, Hadi Mulyadi. Selain itu, Kadis Kominfo Kaltim, Diddik Rusdiansyah dan Kabag Humas Pemrov Kaltim, Andi.

Menurut Pimred media niaga.asia, Intoniswan,dinas Pemrov Kaltim di tingkat OPD masih "pelit" data informasi faktual terkait kinerja OPD. Seperti diketahui, masyarakat Kaltim memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang faktual terkait kepemimpinan kepala daerah di Kaltim yang baru-baru ini terpilih melalui mekanisme Pilkada 27 Juni 2018 lalu.

"Pengalaman di beberapa Dinas, kami jurnalis masih sangat sulit mendapatkan data faktual. Kami berharap, Wagub (Hadi Mulyadi, red) memperbaiki sistem informasi kepada publik,"jelas pria yang telah lama menjadi Jurnalis di Kaltim itu saat audensi bersama Wagub, Hadi Mulyadi.

Om Into, biasa dia disapa itu,tak sendiri, bersama sekira dua puluhan media Online/Siber itu menyimak pointer jawaban Wagub.

Selain itu, Pimred BeritaKaltim, Charles Siahaan turut memberikan masukan apabila terjadi sengketa jurnalistik. Pemrov Kaltim, dapat mengajukan sengketa kepada Dewan Pers. Hal ini lantaran pekerjaan jurnalistik dilindungi UU Pers tahun 1999 dan memiliki kode etik.

"Kami mendorong sinergitas antara media online dan Pemrov Kaltim sejalan bersama-sama," imbuh Ucok sapaannya itu menjelaskan.

Hal senada disampaikan Pimpinan Redaksi Prokal.co, Indra Zakaria kepada Wagub dan peserta audiensi. Media online memiliki standar kerja yang sama dengan media cetak, elektronik dan radio. Terkhusus media online, dirinya berharap, Pemrov Kaltim dapat bersinergi memberikan informasi terbaik untuk masyarakat.

Sementara itu, Hadi Mulyadi. kepada jurnalis/wartawan, terkait persoalan data khususnya yang bersumber dari Pemrov Kaltim, dirinya menanggapi pernyataan cukup serius dari kalangan media Siber lokal.

"Kalau ada dinas yang enggan kasih data, laporkan saja ke saya. Saya berani karena kapasitas saya sebagai Wasda (pengawas daerah) Pemrov Kaltim," paparnya.

Lebih lanjut kata mantan anggota DPR RI Dapil Kaltim Fraksi PKS itu memaparkan, dirinya merasa sangat penting membangun kerja sama. Hal itu disebutnya tak ingin, pencari berita mendapatkan informasi yang kurang lengkap ditengah serbuan berita bohong atau hoax yang tak sedikit di jagat Maya. Dirinya mengapresiasi, jurnalis di Kaltim terlebih yang bernaung di organisasi jurnalis atau wartawan.

"Saya atau Pak Gub (Isran Noor, Red) mendukung dengan rencana dan gagasan dari insan pers media online," pungkasnya.

Kebutuhan keterbukaan informasi jelas menjadi suatu hal mutlak karena Media sebagai penyampai suara masyarakat. Daerah kita kaya, namun rakyat miskin, pengangguran terbuka tinggi se Kaltim. Tapi kami tidak tinggal diam, potensi PAD besar akan digenjot di daerah terlebih Kabupaten Kutim dengan merecall terkait optimalisasi kawasan pelabuhan Internasional Kariangau," tegasnya. (Adv)




Comments

comments


Komentar: 0