11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Persiapan KPU Kaltim Menghadapi Pemilu Serentak Nasional


Ini Persiapan KPU Kaltim Menghadapi Pemilu Serentak Nasional
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 4 hingga 6 Desember 2018 menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk sumber daya manusia (SDM) Pemilu 2019 (LO DPD, (Foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 4 hingga 6 Desember 2018 menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk sumber daya manusia (SDM) Pemilu 2019 (LO DPD, Parpol peserta dan unsur anggota KPU Se Kaltim) di Aula KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmad, Samarinda Kota, Kaltim.

Rangkaian kegiatan KPU Kaltim itu yakni, melakukan Bimtek kepada KPU Kabupaten/Kota berkaitan dengan bimbingan teknis pemungutan suara, perhitungan suara, rekapitulasi suara serta penetapan hasil perhitungan suara serentak."Untuk tanggal 4 Desember ini lebih kepada materi sosialisasi kepada parpol dan LO DPD terkait proses dan waktu tahapan Pemilu 2019,"ujar Komisioner KPU Kaltim, Divisi Teknis, Rudiansyah kepada media ini.

Di hari berikutnya selama 2 hari tersisa, dilanjutkan dengan acara inti bintek. Hal ini lantaran seluruh anggota KPU Kabupaten/Kota yang menjadi peserta bimtek, akan mendapatkan materi secara detail tentang pemungutan suara, perhitungan suara, rekapitulasi hasil perhitungan tentang penetapan hasil pemilu 2019.

Lebih lanjut, Bimtek ini bagian dari persiapan KPU Kaltim untuk menghadapi hari H pemungutan suara, dengan melakukan bimbingan teknis kepada SDM kita. Dimana tindak lanjutnya nanti, KPU kabupaten kota akan melakukan Bimtek kepada PPK, PPS dan KPPS.

"Nah, itu yang menjadi bagian dari persiapan kita, makanya kita melakukan Bimtek ini, Bimtek sendiri mulai dilakukan dari malam ini (4 Desember 2018) diawali dengan sosialisasi dan akan berakhir hingga tanggal 6 nanti,"Jelasnya.

Pria yang kembali ikut dalam bursa komisioner KPU Kaltim periode selanjutnya itu mengatakan, Pemilu 2019 ada beberapa perbedaan yang signifikan dari pemilu sebelumnya, kalau pemilu 2014 untuk legislatif dan Pilpresnya itu dilakukan pada waktu yang berbeda sementara 2019 ini serentak dengan 5 tingkatan.

Tentunya, hal itu akan menjadi perubahan yang signifikan tentang metode proses dan waktu proses, misal dalam melakukan perhitungan suara maka prosedur yang harus dilakukan adalah dengan menghitung surat suara Pemilu terlebih dahulu, lalu lanjut DPR RI, DPD, DPR dan DPRD.

"Sama juga, dalam proses rekapitulasi pun harus dilakukan secara berurut seperti itu," imbuhnya.

Selain itu Rudi menjelaskan yang membedakan adalah memungkinkannya PPK dalam melakukan rekapitulasi dengan membuat metode rekapitulasi, bisa saja bermain dengan kelompok kelompok atau panel panel tergantung pada jumlah PPS yang ada dalam wilayah PPK tersebut.

Hal itu memungkinkan hingga dua atau tiga panel, tetapi maksimal hanya empat panel, itu nanti setiap PPK akan menghitung jumlah TPSnya kemudian mengestimasi jumlah waktu, dan disediakan dalam tahapan. Jadi jadi satu rangkaian yang berkaitan dengan rekapitulasi suara.

Kemudian, berkaitan dengan penetapan hasil terbagi dua. Misalnya, DPR RI pasti KPU RI akan menetapkan dulu ambang batas, ambang batas itu akan ditetapkan KPU RI dan itu tingkat DPR RI.

"Seluruh tingkatan akan melakukan penetapan perolehan kursi kemudian dilanjut dengan penetapan calon terpilih,"urainya.

Sementara untuk DPD RI, metodenya juga berbeda untuk penetapan calon terpilih, DPD langsung mengunakan rangking suara terbanyak pertama kedua tiga dan empat.

Dengan begitu sudah jelas siapa nantinya yang akan menjadi calon terpilih. Namun untuk diketahui, penetapan dilakukan oleh KPU RI, KPU provinsi hanya melakukan rekapitulasinya saja.

Berkaitan dengan waktu tentu terjadi pembeda sebut Rudi, hal itu nanti secara teknis akan disampaikan l untuk tingkat Kabupaten/Kota.

"Tentu digarapkan untuk kabupaten kota dapat melakukan simulasi terhadap proses tersebut agar penyampaian kepada panitia Ad'hoc (Panitia Independen) bisa lebih sempurna," tutupnya. (*)




Comments

comments


Komentar: 0