11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pemilik Warung Kopi di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda Diduga Terlibat Human Trafficking


Pemilik Warung Kopi di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda Diduga Terlibat Human Trafficking
Foto: Ist

KLIKSAMARINDA.COM - Gara-gara dilaporkan salah satu pekerjanya, WJ (53) harus berurusan dengan petugas kepolisian di Polsek Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Warga Rogan Ulu, Riau ini diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) sekaligus diduga melakukan penipuan terhadap salah seorang pekerjanya.

Kapolsek Tenggarong Seberang, Iptu Abdul Rauf mengatakan, korban berinisial RN adalah warga Jawa Timur. Korban melapor kepada polisi karena merasa tertipu.

Korban mengaku, awalnya dia dijemput Wj untuk dipekerjakan sebagai pelayan di warung kopi miliknya yang terletak di jalan poros Samarinda-Tenggarong dengan bayaran Rp5000 setiap satu kopi yang dipesan pelanggan,

Sampai tiba di lokasi, Wj malah memaksa korban untuk melayani nafsu bejat para lelaki hidung belang.

Pelaku menarik keuntungan dari tarif sewa kamar yang digunakan korban sebesar Rp100 ribu setiap kali melayani tamu.

Korban pun mengaku kepada polisi jika dirinya telah melayani 12 laki-laki hidung belang di warung milik Wj. Per hari, dirinya melayani 3 laki-laki hidung belang di warung itu.

"Pengakuan dari korban, dia sudah melayani 12 kali dengan tarif yang sama. Diberi tahu oleh Ibu Wj ini, bahwa harus Rp300 ribu. Untuk pengakuan dari korban sudah tidak dalam kondisi gadis, ujar Iptu Abdul Rauf," Rabu 14 November 2018.

Usaha warug kopi milik Wj ini sudah berjalan selama 4 bulan terakhir. Wj menyewa warung kopi tersebut dan memberikan layanan kepada para tamu yang datang.

Kasus ini berawal ketika Wj menjanjikan pekerjaan kepada RN sebagai pelayan di warung kopi miliknya. Wj membantah laporan dari RN.

Wj menyatakan, setiap uang yang dihasilkan dari hasil melayani pelanggan itu untuk mengganti uang perjalanan korban dari kampungnya Sidoarjo, Jawa Timur ke Tenggarong, Kaltim.

"Tidak benar. Dia yang datang ke saya. Dia sudah biasa panggilan. Dia biasa minum. Nah kalau saya melarang jangan minum-minum. Biar aja menerima tamu. Sering kok saya bilang gitu," ujar Wj.

Pengakuan Wj kini masih memerlukan pembuktian. Wj terancam melanggar Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2001 tentang Perindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0