21 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Nah, Distribusi Antibiotik di Samarinda Dilarang Tanpa Resep Dokter


Nah, Distribusi Antibiotik di Samarinda Dilarang Tanpa Resep Dokter
IIustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Banyaknya penyalahgunaan beberapa jenis obat di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menuntut Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda melakukan pengawasan ketat pendistribusiannya. Bekerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinkes kerap kali melakukan teguran ke tempat distribusi obat-obatan, semisal puskesmas dan apotik.

"Di Dinkes, ada bidang farmasi. Tugasnya itu menegur tempat distribusi obat-obatan sesuai denyan daftar temuan yang diberikan oleh BPOM," ungkap Kepala Dinkes Samarinda, Rustam, beberapa waktu lalu.

Rustam menjelaskan, sesuai dengan kerja BPOM yang mendapatkan temuan, BPOm akan mengeluarkan checklist daftar obat dan tempat yang harus ditarik.

"Jika ada puskesmas atau apotik dan sebagainya yang mendistribusikan obat tidak sesuai aturan, obat akan kami tarik dan kami keluarkan teguran," terangnya.

Teguran berupa larangan untuk mendistribusikan jenis obat yang dilarang tersebut. Pun, beberapa jenis obat pendiatribusiannya harus melalui resep dokter.

"Ada pula jenis obat keras dengan label merah yang tidak boleh diberikan tanpa resep dokter," ucapnya.

Semisal, lanjutnya, jenis obat antibiotik. Apotik di Samarinda tiap kali menjual secara bebas jenis obat yang seharusnya hanya bisa dijualbelikan dengan resep dokter ini.

"Itu, kan labelnya merah. Harusnya tidak boleh. Jika ada temuan, akan kami keluarkan surat peringatan. Karena secara aturan jelas tidak boleh," tegasnya.

Lebih lanjut, Rustam menyebutkan, Dinkes Samarinda bekerja sama dengan BPOM rutin melakukan pengambilan sample jenis obat di apotek, puskesmas termasuk pedagang jamu tradisional. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0