17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Airnav Nyatakan Navigasi di Bandara APT Pranoto Samarinda Telah Siap


Airnav Nyatakan Navigasi di Bandara APT Pranoto Samarinda Telah Siap
Tower Visit bersama Airnav Indonesia di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kamis 18 Oktober 2018 (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Sebagai penyelenggara pelayanan pergerakan pesawat di bandr udara (bandara), Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia memiliki peran penting bagi penerbangan pesawat. Tak terkecuali, Airnav Cabang Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), di Bandara Aji Pangeran Tenggung Pranoto, Samarinda.

Airav Samarinda telah menyatakan diri siap melayani pergerakan pesawat yang beroperasi di Bandara APT Pranoto. Karena itu, secara navigasi dan pemanduan sudah siap untuk diresmikan Presiden Joko Widodo untuk memberikan pelayanan kepada warga Samarinda dan sekitarnya.

Kepala Perum Lembaga Pelayanan Penyelenggara Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Samarinda Rora Ardian, menyatakan, pihaknya saat ini telah memberikan pelayanan kepada jumlah maskapai dengan jumlah trak rata-rata 10 movement di Bandara APT Pranoto Samarinda.

"Kami telah melayani rata-rata 10 pergerakan pesawat per hari,” kata Rora saat melakukan Tower Visit bersama Airnav Indonesia Pusat, Kamis 18 Oktober 2018, saat mempersiapkan peresmian bandara oleh Presiden RI.

Rencananya, operasional bandara pengganti Bandara Temindung ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2018. Meskipun demikian, bandara ini sudah melayani penumpang sejak 24 Mei 2018 lalu.

Untuk menjamin keselamatan penerbangan pada saat take off dan landing di bandara, Airnav Samarinda terus meningkatkan sarana dan prasarana navigasi serta layanannya.

Saat ini Airnav Samarinda telah dilengkapi oleh berbagai alat telekomunikasi dan navigasi seperti VHF Ground to Air 122,4 Mhz, VFH Ground to Air Transceiver 122,4 Mhz, HF (SSB) Ground to Ground 5340 Khz, HT Ground to Air 122,4 Mhz, UHF Ground to Ground 434,850 Mhz, Voice Recording, NDB Portable, ATIS, dan AFTN Telemetris.

“Kami juga didukung oleh SDM berkualitas dan bersertifikat keahlian bidangnya masing-masing,” kata Rora.

Ada sekitar 16 SDM andal yang terlibat dalam operasional Airnav Samarinda. Terdiri dari 10 orang Air Traffic Controller, 1 orang Air Traffic Services Reporting Office, dan 5 orang Teknik CNS & ESS.

“Tower juga dilengkapi dengan Direct Speech, Weather System, Masterclock, Gunlight, Binocular, Uninterruptable Power Supply (UPS), Pendingin Ruangan dan peralatan (AC), Fire Suppression dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Elevator, PABX, Penangkal Petir dan Grounding System, dan Fasilitas Ground Water Tank,” katanya.

Menurut Rora, dengan fasilitas dan SDM Air Traffic Controller seperti ini, Airnav Samarinda sangat yakin mampu memandu pergerakan pesawat di bandara yang bakal dijadikan bandara internasional tersebut.

“Bila fasilitas Bandara APT Pranoto sudah maksimal, kami yakin mampu melayani antara 20 hingga 25 pergerakan pesawat take off dan landing. Belum termasuk melayani pesawat-pesawat yang melintas,” tuturnya.

Kata Rora, tidak ada satupun kegiatan penerbangan pesawat tanpa dilakukan pengaturan navigasi penerbangan, baik di udara maupun di bandara. Pengaturan navigasi penerbangan dilakukan untuk keselamatan dan kelancaran operasional transportasi udara.

“Komitmen kami mencegah terjadinya kecelakaan pesawat di udara maupun di darat,” ujarnya.

Dengan luas lahan 340 hektare, Bandara APT Pranoto masih bisa dikembangkan dengan tidak terbatas. Nantinya bandara ini akan memiliki runway sepanjang 2.250 meter, 9 apron yang dilengkapi garbarata, dan paralel taxiway.

Menurut Rora, ada beberapa rute komersial potensial yang bisa dilayani dari bandara itu di antaranya rute domestik yaitu dari Samarinda menuju Jakarta, Surabaya, Palangkaraya, Banjarmasin, Makassar dan Mamuju. Sedangkan rute internasional adalah ke Kuala Lumpur, Kuching, Kinibalu, Brunei Darussalam dan Singapura.

“Tapi sebagai tahap awal, saat ini kami hanya melayani penerbangan yang dipindah dari Bandara Temindung,” katanya.

Bandara APT Pranoto dibangun oleh Pemprov Kalimantan Timur mulai tahun 2011 dan selesai tahun 2017. Kemudian pada awal tahun 2018 diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk dioperasikan dan dikembangkan lebih lanjut melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung.

Ditjen Perhubungan Udara sejak awal tahun 2018 ini sudah melakukan beberapa kegiatan tambahan untuk memastikan standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan di bandara terpenuhi sesuai dengan annex 14 ICAO dan Peraturan Keselamatan penerbangan Sipil part 139 tentang Aerodromes. Beberapa kegiatan tambahan tersebut di antaranya pembuatan “runway strip”, lansekap dan pemagaran kompleks bandara. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0