17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

DPRD Kaltim Akan Usulkan Pembentukan Perda LGBT


DPRD Kaltim Akan Usulkan Pembentukan Perda LGBT

KLIKSAMARINDA.COM - DPRD Kaltim menggulirkan wacana pembentukan peraturan daerah (perda) untuk membatasi perkembangan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan trangender (LGBT). Isu tentang komunitas LGBT di Kaltim saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat dan mengkhawatirkan pelbagai pihak.

Seperti yang terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), warga resah dengan viralnya akun grup Facebook kumpulan LGBT, yakni PIN gay Balikpapan. Tak hanya di Kota Minyak, keresahan juga muncul bagi warga di kota tetangga, Samarinda. Saat ini polisi sedang menyelidiki akun itu.

Akun itu masih terlihat aktif dengan unggahan member hingga Selasa, 9 Oktober 2018 malam. Tercatat, ada 2.941 member dalam akun grup Facebook itu. 

Untuk itulah dibutuhkan Perda yang berisi tentang agar bisa mengatur hal-hal tersebut. Raperda yang akan diusulkan ini akan membatasi dan melakukan pencegahan adanya LGBT di Kaltim.

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Banperda) Kaltim menerangkan jika anggota dewan dapat mengusulkan pembentukan raperda di program legislatif daerah (prolegda).

Namun, pada 2018, tidak terdapat usulan raperda tentang LGBT. Usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ini dapat masuk dalam program Pembentukan Peraturan Daerah (Properda) di 2019 mendatang.

Ketua Banperda Kaltim, Jahidin mengatakan, raperda tentang LGBT dapat diusulkan Jika sudah memenuhi syarat, maka pihaknya akan mengusulkan untuk dibahas di panitia khusus (pansus).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berpendapat, sebagai provinsi yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, perda tentang LGBT diperlukan untuk membatasi perkembangan komunitas tersebut.

Adapun syaratnya adalah naskah akademik sebagai dasar untuk pengusulan raperda. Selain itu, pengusul raperda tersebut adalah kelompok masyarakat atau anggota dewan yang mengusulan raperda.

Setelah usulan terbit, Banperda akan meneliti kelengapan berkas dan dokumen usulan tersebut sehigga pihaknya akan menindaklanjuti dengan pengkajian mendalam terkait raperda LGBT.

“Sepanjang syarat itu sudah terpenuhi, tentu kami akan kaji lebih lanjut. Kami akan undang polda dan Biro Hukum untuk mengkaji itu,” ujarnya, Selasa 16 Oktober 2018.

Isu lesbi, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT dari tahun ke tahun terus saja menggelinding. Isu ini selalu menjadi bola liar nan panas yang selalu mendapat sorotan banyak pihak.

Tak terkecuali sekarang ini. Namun, seperti isu lain, pro-kontra juga ikut bermunculan. Lalu, timbul tenggelam tak pernah selesai. Padahal, perkembangan LGBT ini telah dimulai sejak era 1960-an. Kalau dulu terkenal Sentul dan Kantil, kini sebutannya adalah Buci dan Femme.

Cikal bakal organisasi dan avokasi LGBT di Indonesia sudah berdiri lama. Salah satunya organisasi jadul bernama: Hiwad, Himpunan Wadam Djakarta. Wadam, wanita Adam, mengganti istilah banci dan bencong. Namun, organisasi Wimad diprotes MUI. (Adv)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0