17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Habis Mabuk Bareng, Warga Samarinda Pukuli Mahasiswa Gara-Gara Perkara Ini


Nah, Habis Mabuk Bareng, Warga Samarinda Pukuli Mahasiswa Gara-Gara Perkara Ini
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Warga Gang Rombong, Jalan Pelabuhan, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) harus berurusan dengan pihak kepolisian, Selasa 16 Oktober 2018. Penyebabnya, warga yang bernama Muhammad Riki (21) itu menganiaya seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Samarinda bernama Ali Syauqi (20) di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Pelabuhan.

Pihak Unit Jatanras Polresta Samarinda langsung menangkap MR karena persoalan tersebut. MR kini meringkuk di sel tahanan Polsekta Samarinda Ilir sebagai tersangka pelaku penganiayaan.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Iptu Purwanto menyatakan telah menetapkan MR sebagai tersangka yang melanggar pasal 352 KUHP dengan ancaman penjara maksimal satu tahun.

Perkara ini berawal dari perjamuan minuman keras di sebuah warung remang-remang, Selasa dinihari, 16 Oktober 2018. Keduanya duduk satu meja dan berbagi minuman keras. Setelah mabuk, Ali mengungkapkan maksudnya untuk mencari seorang perempuan yang bisa diajak kencan kepada Riki.

"Ali bilang ke pelaku mau mencari perempuan buat ditiduri," ujar Purwanto.

Riki yang juga pemilik warung remang-remang tempat mereka minum minuman keras itu, langsung menyanggupi permintaan Ali untuk mencarikan perempuan yang diinginkan. Korban saat itu melihat istri pelaku berada di dalam kios rokok miliknya sehingga meminta pelaku untuk memberikan sang istri kepadanya.

Nah, pelaku kemudian menerima uang milik korban sebesar 250 ribu dan berjanji membawa istrinya demi melayani nafsu syahwat mahasiswa semester 4 ini. Namun, sang istri menolak dan pelaku dianggap berbohong oleh pelaku.

Tetapi, justru pelaku tidak ingin uang yang sudah diterima dikembalikan dan kalap sehingga memukuli korban hingga babak belur. Korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada petugas Polsekta Samarinda Ilir dan menangkap Riki.

Kepada petugas, Riki mengatakan tidak bisa menerima ketika korban memaksanya menyerahkan sang istri yang sedang hamil 6 bulan. Namun, keterangan berbeda keluar dari Ali Syauqi.

Mahasiswa ini mengaku bahwa usai minum bareng ia meminta kepada pelaku untuk mencarikan perempuan buat ditiduri. Ali mengaku tertarik kepada istri pelaku. Menurut Ali, Riki tidak keberatan dengan permintaan itu sehingga menerima uang yang diberikan Ali.

“Beliau ngomong kalau istrinya lagi hamil. Ya udah, gak papa. Saya kasih uangnya. Rp200 ribu. Terus setelah itu, kan beliau gak keluar keluar dari lokasi terus saya masuk ke lokasi. Beliau minta lagi Rp50 ri untuk uang RT. Saya kasih lagi Rp50 ribu. Jadi total Rp250 ribu,“ ujar Ali. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0