17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Bonus Atlet Kaltim Peraih Medali PON 2016 Kembali Disoal, Komisi IV: Jangan Kesah Maha


Bonus Atlet Kaltim Peraih Medali PON 2016 Kembali Disoal, Komisi IV: Jangan Kesah Maha
Rapat dengar pendapat antara DPRD Kaltim bersama Pemkab Kutim dan KONI Kaltim, Senin 15 Oktober 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Pemprov Kaltim hingga Oktober 2018 belum merealisasikan pembayaran kekurangan bonus atlet PON 2016 sebesar Rp 13.791.206.900. Persoalan tersebut kembali terkuak dalam rapat dengar pendapat antara DPRD Kaltim bersama Pemkab Kutim dan KONI Kaltim, Senin 15 Oktober 2018.

Dalam rapat dengar pendapat yang membahas penambahan anggaran untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2018, persoalan tersebut menjadi salah satu yang mengemuka. Sugeng dari KONI Kaltim mempertanyakan jika sampai saat ini pencairan anggaran tersebut belum juga dilakukan Pemprov Kaltim.

Pihaknya mempertanyakan jika sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi jelas tentang sisa bonus untuk atlet yang meraih medali pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2016. Selama 2 tahun sejak PON Jabar, persoalan tersebut menjadi ganjalan KONI Kaltim dan seluruh jajaran atlet serta pelatih di Kaltim.

“Persoalan ini telah terluta-lunta sehingga kami tetap meminta apa yang dijanjikan sebesar Rp13,7 miliar. Tidak teranggarkan di APBD Perubahan 2018, Panggar eksekutif tidak menganggarkan. Jadi pertanyaan sekarang, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang kami tagih, siapa yang kami minta,“ ujar Sugeng yang menginterupsi rapat dengar pendapat tersebut.

Sugeng menegaskan jika pihaknya saat ini tengah mempersiapkan diri menuju PON di Papua pada 2020 mendatang. Namun, ungkap Sugeng, persiapan tersebut justru dibayangi persoalan bonus yang belum selesai.

“Sementara kami persiapan 20120 di Papua. Perhitungannya lebih berat daripada PON di Jabar. Kalau tidak ada kepastian, agaknya untuk bonus 2020 juga tidak pasti. Apakah kami harus parlemen jalanan seperti yang sudah sudah. Kami sudah cukup bersabar memberikan pemahamam kepada atlet dan pelatih. Mohon kebijakan agar Rp13,7 terselesaikan. Kami berjuang untuk Kaltim,“ ungkap Sugeng.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yakub menegaskan jika pihaknya tetap mendukung pencairan untuk bonus atlet peraih medali pada PON Jabar 2016. Namun, Rusman tak hanya menegaskan rencana pencairan. Menurut Rusman, perlu adanya kepastian dan komitmen setiap pihak dalam mengupayakan realisasi pencairan bonus atlet tersebut.

“Jadi kalau saya masih perlu ditindaklanjuti. KONI, saksi, kemudian DPRD kemudian pemimpin eksekutif, realnya berapa baru diikat perjanjian. Begitu tiba di pembahasan anggaran 2019 tidak diutak-atik lagi. Itu baru konkret. Jangan kesah maha. Jadi bahas anggaran 2019, tidak ada lagi yang mangkir,“ tandas Rusman kepada KlikSamarinda usai rapat di Lantai VI Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar Samarinda.

Realisasi bonus atlet Kaltim ini terhalang Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1684 Tahun 2015. Permenpora tersebut membatasi kewenangan pihaknya untuk menyalurkan bonus seperti yang diminta para atlet, yaitu sebesar Rp 250 juta untuk peraih medali emas. Permenpora menyatakan bonus untuk provinsi jumlahnya tidak lebih dari bonus yang diberikan pemerintah pusat. Bonus SEA Games hanya Rp200 juta. (Adv)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0