17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Terbelahnya Suara Civitas Akademika Fisip Unmul Terkait Isu Dugaan Plagiarisme


Terbelahnya Suara Civitas Akademika Fisip Unmul Terkait Isu Dugaan Plagiarisme

KLIKSAMARINDA.COM - Setelah derasnya kabar di media sosial dan media daring serta beragam tanggapan yang masuk melalui komunikasi pribadi. KlikSamarinda turut memantau dari luar ruang rapat dua gedung dekanat Fisip mulai dari siang hari hingga menjelang petang.

Civitas Akademika Fisip mengambil inisiatif untuk merespon kasus tersebut melalui rapat Civitas akademika yang dihadiri belasan dosen Fisip, Pembantu Dekan Fisip, Endang dan Prof Nur Fitriyah dan Prof Aji Ratna Kusuma serta Dekan Fisip, M Noor. Selain itu, dua perwakilan mahasiswa Presiden BEM Fisip, Akbar dan Wakilnya Ricardo bersama media kampus Unmul Sketsa, Amel.

Dari penelusuran media ini, rapat interen itu membahas klarifikasi dosen yang disebut-sebut sebagai oknum terduga. Kedua dosen baik Muhamad Noor dan Hairunnisa merasa tak melakukan plagiasi terhadap skripsi mahasiswa. 

Keduanya menampik isu plagiasi dan menyebut telah melakukan proceding e-Journal sesuai aturan yang berlaku terlebih memberikan nama sang mahasiswa pembuat skripsi, namun saat print out dibagikan kepada peserta forum garapan IAIN Samarinda karya tulis yang dipersentasikan tak memuat nama mahasiswa.

Hal inilah yang menjadi protes orang tua mahasiswa karena orangtua yang bersangkutan turut hadir menjadi peserta dan aktif mengajar di IAIN Samarinda Seberang. Dari situlah asal muasal terkuaknya dugaan plagiaris berasal.

Parahnya lagi, dari sumber terpercaya di lingkungan Fisip atas dinamika forum yang terjadi, Journal dugaan plagiaris itu tayang selama tiga bulan lamanya. Namun sayangnya, journal itu sudah tidak dapat dilacak melalui website resmi masing-masing fakultas.

Dugaan hilangnya journal tersebut sengaja dicabut atau dihapus oleh masing-masing admin website publikasi Fakultas. Setelah melakukan klarifikasi internal yang dipimpin PD I Endang Erawan, dari pantauan media ini, Dekan Fisip, M Noor meninggalkan ruangan rapat menuju ruangan kerjanya.

Media ini mencoba mengkonfirmasi Dekan Fisip saat di ruangan kerjanya. Namun yang bersangkutan tak ingin dikonfirmasi karena rapat Civitas Akademika tengah berlangsung dan belum menghasilkan keputusan.  Keengganannya itu disampaikan melalui Sekretaris Dekan, Maulana kepada pewarta. Setelah setengah jam, Dekan Fisip melakukan klarifikasi dan memilih walkout rapat internal.

Rapat tersebut tetap berjalan dengan saling memaparkan argumentasi baik dari Mahasiswa, Dosen, dan beberapa Guru Besar Fisip. Satu demi satu aksi plagiat oleh oknum civitas akademia Fisip terkuak.

Salah satu dosen Fajar Apriani membuka dihadapan peserta rapat yang dipimpin Endang Erawan. Dosen konsentrasi Ilmu Administrasi Negara itu melalui data mencoba membandingkan pembuktian kedua materi karya ilmiah.

"Saya memiliki bukti sementara yang cukup kuat untuk dibandingkan. Unsur plagiat memang ada. Tapi apakah plagiat atau tidak, bukan kapasitas saya menyatakan. Ada forum khusus untuk menyatakan itu," urai Fajar seusai rapat saat ditemui di ruang Prodi Administrasi Negara, Senin 15 Oktober 2018.

Sementara itu Dekan Fisip dan Ketua Prodi Ilkom tetap keukeh mempertahankan sikapnya bahwa mahasiswa tak dirugikan terkait Karya Ilmiah yang dipersentasikan di pertemuan di kampus IAIN Samarinda Seberang.  Menurut keduanya, penerbitan pembuat karya ilmiah didaftarkan ke e-Jurnal. Namun setelah dalam bentuk printout tidak ada tercantum kedua nama mahasiswa dalam persentasi materi.

"Dugaan itu tidak benar," kata Hairunisa kepada awak media seusai rapat.

Terpisah di tempat yang sama, Pembantu Dekan I, Endang Erawan menyebut, pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang pihak mahasiswa dan panitia event IAIN dalam kepentingan klarifikasi seluruh pihak.

"Akan ada pertemuan lanjutan mengundang pihak mahasiswa dan panitia pendaftaran event, kita ingin permasalahan ini selesai di meja internal," tandasnya.

sebagai informasi, BEM dan MPM mendesak peran majelis etik civitas akademika untuk memberikan keputusan yang adil agar ke depannya kasus plagiat tak lagi terjadi di kampus Unmul. (*)




Comments

comments


Komentar: 0