19 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

BPJS Kesehatan Pantau Pelayanan Pasien JKN-KIS di FKTP


BPJS Kesehatan Pantau Pelayanan Pasien JKN-KIS di FKTP
Dokumentasi

KLIKSAMARINDA.COM - Perjalanan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah memasuki tahun ke empat sejak dicanangkan 2014 lalu. Keberhasilan implementasi program JKN-KIS pada penduduk Indonesia tak luput dari peran seluruh stakeholder yang telah menjalankan fungsinya masing-masing.

Salah satu keberhasilan dapat dinilai melalui peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam melayani peserta JKN-KIS.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan memastikan FKTP telah menjalankan fungsinya, BPJS Kesehatan Cabang Samarinda menggelar acara bertajuk Sosialisasi dan Umpan Balik Indikator Kepatuhan Faskes, Kamis, 04 Oktober 2018. Bertempat di ruang pertemuan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih, Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Kesehatan Primer Indonesia (PKFI) Samarinda Fadillah MR dan seluruh FKTP mitra BPJS Kesehatan se-kota Samarinda.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Samarinda, Desy Liana Siregar mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mamastikan FKTP patuh dan komitmen terhadap perjanjian kerjasama yang telah disepakati oleh BPJS Kesehatan dan FKTP. Menurut Desy, fasilitas kesehatan memiliki lima indikator kepatuhan yang harus dipenuhi oleh setiap FKTP, di antaranya adalah tidak ada iur biaya dari peserta, tidak ada pelanggaran kriteria mutlak seperti Surat Ijin Operasional (SIO) dan Surat Ijin Praktek (SIP) dokter, nilai Walk Through Audit (WTA) atau survey kepuasan peserta di atas 85, nilai kredensialing minimal 70, dan implementasi Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK).

"BPJS Kesehatan rutin melakukan umpan balik kepada FKTP terkait indikator kepatuhan tersebut, dengan target pada tahun 2018 nilai kepatuhan dari lima indikator kepatuhan fasilitas kesehatan mencapai 83%. Apabila ada FKTP yang tidak memenuhi indikator kepatuhan tersebut, maka BPJS Kesehatan mempertimbangkan kerjasama untuk tahun berikutnya,” ujar Desy.

Tercapainya nilai indikator kepatuhan akan berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan di FKTP yang merupakan gatekeeper bagi peserta program JKN-KIS. Indikator-indikator tersebut sebagai alat kontrol penjaminan kualitas layanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, sehingga peserta mendapat pelayanan yang paripurna dari fasilitas kesehatan.

Untuk melayani kesehatan masyarakat, sampai dengan saat ini BPJS Kesehatan Cabang Samarinda telah bekerja sama dengan 276 FKTP yang terdiri atas 108 Puskesmas, 56 klinik, 71 Dokter Praktik Perorangan (DPP), 10 klinik TNI, 5 POLRI dan 26 dokter gigi.(Adv)

Reporter : Humas Ej    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0