20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Gabungan Lembaga Internasional Luncurkan Proyek Penyelamatan Badak Sumatera


Gabungan Lembaga Internasional Luncurkan Proyek Penyelamatan Badak Sumatera
Badak Sumatera (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Hari ini, 24 September 2018, menjelang Hari Badak Dunia pada 22 September, lima lembaga konservasi internasional yang terkemuka di dunia mengumumkan kerja sama strategis yang penuh terobosan demi menyelamatkan badak Sumatera yang sangat langka dari kepunahan.

Upaya ini, dibuat untuk mendukung program pengembangbiakan nasional guna melestarikan badak Sumatera yang dijalankan pemerintah Indonesia, dipimpin oleh International Union for Conservation of Nature's Species Survival Commission (IUCN-SSC), berkoordinasi dengan Global Wildlife Conservation, International Rhino Foundation, National Geographic Society dan WWF.

Tak lebih dari 80 ekor badak Sumatera saja yang masih bertahan hidup, sehingga spesies ini berada pada titik kritis. Tanpa intervensi, badak Sumatera akan segera punah.

Setelah puluhan tahun diburu dan kehilangan habitatnya, ancaman terbesar bagi spesies tersebut adalah jarak yang membuat populasi mereka hidup terpisah-pisah. Sulit menemukan pasangan, banyak badak Sumatera yang berusia subur terancam tidak mampu memiliki keturunan karena semakin terkucil.

Beberapa kantong habitatnya saat ini terpisah dan terpencar di dua pulau yang luas di Indonesia. Harapan mereka bertahan hidup bergantung pada kemampuan pihak pelestari alam dalam menemukan dan dengan aman memindahkan badak ke sejumlah fasilitas khusus yang dirancang untuk merawat badak Sumatera.

"Tantangan besar ini tak dapat ditangani dengan sukses oleh satu lembaga saja. Di IUCN Species Survival Commission, kami dengan bangga menghimpun aliansi yang baik dan istimewa tersebut, serta kami meyakini, badak Sumatera akan kembali berkembang," kata Jon Paul Rodríguez, Chair, IUCN Species Survival Commission.

"Penyelamatan badak Sumatera dari kepunahan menjadi prioritas yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia," ujar Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Indonesia.

"Bekerja sama dengan sejumlah ahli konservasi satwa, serta pemerintah dan masyarakat setempat untuk mendukung kampanye dan meningkatkan kesadaran, kami telah mempersiapkan Rencana Aksi Darurat bagi badak Sumatera. Untuk itu, kami membentuk program pengembangbiakan nasional untuk konservasi badak Sumatera. Proyek Penyelamatan Badak Sumatera (Sumatran Rhino Rescue Project) akan berperan sangat penting dalam upaya ini, dan kami menyambut dukungan atas koalisi dari berbagai lembaga tersebut dari seluruh dunia."

Sejak awal gerakan konservasi, masing-masing lembaga dan peneliti telah berupaya menyelamatkan dan melindungi berbagai spesies di dunia. Namun, sejumlah lembaga konservasi justru saling bersaing untuk memperoleh pendanaan, sumber daya, keahlian dan akses terhadap satwa yang ingin diselamatkan.

Proyek Penyelamatan Badak Sumatera menyatukan sejumlah lembaga non-pemerintah (NGO) asal Indonesia dan internasional agar bisa bersama-sama membuat dan menjalankan rencana kerja sama demi menyelamatkan spesies ini, bersatu padu dengan mitra-mitra pelaksanaan proyek di lapangan, serta berkoordinasi dengan para pemimpin di instansi pemerintahan secara baik guna menyingkirkan hambatan yang biasa ditemui supaya dapat meraih sukses.

"Tujuan bersama kami adalah membentuk program pengembangbiakan badak dengan mempertemukan satwa-satwa yang tak mampu berkembang biak di alam liar. Hal tersebut akan mewujudkan harapan seumur hidup saya: badak Sumatera generasi baru," tutur Barney Long, Senior Director of Species Conservation, Global Wildlife Conservation

Proyek Penyelamatan Badak Sumatera akan menjembatani sejumlah kegiatan di tiga bidang penting dalam konservasi dan perawatan spesies ini:

Memperkuat Keahlian (Capacity Building): Mendirikan dua Suaka Badak Sumatera yang baru, yakni satu di Kalimantan dan satu lagi di Sumatera bagian utara, serta memperluas kapasitas yang ada saat ini di Taman Nasional Way Kambas;

Pencarian dan Penyelamatan: Menjalankan kegiatan penemuan dan penyelamatan untuk memindahkan badak-badak Sumatera yang terkucil ke beberapa fasilitas pengembangbiakan dan konservasi yang dikelola;

Perawatan dan Perlindungan: Menempatkan badak-badak dalam program konservasi dan pengembangbiakan terpadu dengan memanfaatkan ilmu kedokteran hewan yang mutakhir demi memaksimalkan pertumbuhan populasi.

"Berbagai perkembangan dalam penelitian, pelatihan dan ilmu pengetahuan menunjukkan, aliansi ini tak hanya menawarkan kesempatan terbaik bagi badak Sumatera untuk bertahan hidup, justru proyek tersebut menjadi satu-satunya kesempatan," kata Rizal Malik, CEP WWF-Indonesia.

"Kami memanfaatkan pengalaman selama lebih dari 22 Tahun dalam pengelolaan dan pengembangbiakan badak Sumatera di tempat khusus, serta memakai beberapa teknik yang pertama kali disempurnakan di Cincinnati Zoo & Botanical Gardens, dan telah diterapkan di Suaka Badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas," jelas Susie Ellis, Executive Director, International Rhino Foundation. "IRF optimistis, proyek ini dapat membalikkan situasi kritis yang dihadapi badak-badak Sumatera."

Upaya ambisius seperti ini akan membutuhkan investasi besar. Untuk mengawali penggalangan dana, setiap lembaga mitra telah mengalokasikan $1 juta guna mendukung dana aksi darurat senilai hampir $30 juta bagi badak Sumatera.

"Proyek ini menjadi kesempatan kita yang terakhir guna meningkatkan profil spesies badak yang kurang dikenal luas serta melindungi sejarah evolusi selama lebih dari 20 juta tahun," kata Jonathan Baillie, Executive Vice President & Chief Scientist, National Geographic Society. "Sekarang saatnya kita sama-sama bertindak." (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0