10 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Petani PPU Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau


Petani PPU Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau
Lahan pertanian dilanda kemarau

KLIKSAMARINDA.COM - Ketersediaan pupuk bagi petani secara nasional telah terjamin oleh Pupuk Indonesia. Namun, bagi petani, masalahnya bukan semata pupuk. Musim dan cuaca juga membuat petani kerap merugi.

Seperti yang terjadi di kawasan pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara. Kemarau berkepanjangan membuat lahan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kekurangan air.

Misyanto (75), petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, menuturkan musim kemarau sudah melanda sejak April 2018. Sehingga dia memutuskan untuk melakukan penanaman pada Juli 2018.

Namun, karena tidak ada pasokan air hujan selama dua bulan terakhir, lahan pertanian miliknya sekira 0,5 hektare terancam gagal panen.

“Padinya masih hidup, tapi tanahnya pecah-pecah karena enggak ada air. Lebar pecahannya bisa sampai 5 cm,” ujarnya dilansir dari laman Dinas Pangan dan Tanaman Pangan Holtikultura Provinsi Kaltim.

Saat ini, sekitar 16.938 hektare lahan sawah petani mengalami kekeringan. Lahan seluas itu terancam puso atau gagal panen, jika tak ada hujan hingga akhir bulan depan.

Menurut data Dinas Pertanian (Distan) PPU, luasan lahan yang paling banyak terancam gagal panen berada di Kecamatan Babulu. Yakni, 10.757 hektare. Lalu disusul Kecamatan Penajam seluas 2.472 hektare, Kecamatan Sepaku seluas 2.000 hektare, dan Kecamatan Waru dengan luasan 1.709 hektare.

“Karena kekeringan hampir merata di seluruh kecamatan,” kata Kepala Distan PPU Joko Dwi Fetrianto yang ditemui Kaltim Post, akhir pekan lalu.

Pada periode tanam April hingga September 2018, ada 16.938 hektare lahan yang sudah ditanami padi. Tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan lahan yang ditanami padi di Kabupaten PPU seluas 18 ribu hektare.

Sehingga masih menyisakan sekira 1.062 hektare, yang akan dituntaskan pada musim tanam Oktober hingga Maret (Okmar) tahun depan.

“Kami yakin, bisa memenuhi target pada musim paceklik ini. Mudah-mudahan Oktober, ada hujan. September ini aja yang tidak ada hujan,” harapnya. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0