20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jelang Musim Tanam Oktober-Maret, Stok Pupuk Nasional Terjamin


Jelang Musim Tanam Oktober-Maret, Stok Pupuk Nasional Terjamin
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua dari kiri) didampingi oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (kiri), Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman (kedua kanan), dan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, menekan tombol pertanda pelepasan ekspor 21.600 ton urea ke Filipina dari Pelabuhan Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, Selasa 18 September 2018. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Pupuk Indonesia Grup memastikan stok pupuk aman jelang musim tanam di bulan Oktober-Maret mendatang. Total stok pupuk hingga 12 September 2018 secara Nasional di Lini III & IV, atau di Gudang Kabupaten dan Kios mencapai 1.475.323 ton.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, jumlah tersebut mencapai dua kali lipat dari ketentuan stok yang ditetapkan oleh Pemerintah. Bahkan jumlah tersebut belum termasuk dengan stok yang terdapat di gudang pabrik dan provinsi.

Adapun rincian stok nasional Lini III & IV terdiri dari 519.804 ton Urea, 466.608 ton NPK, 136.580 ton Organik, 182.264 ton SP-36 dan 170.067 ton ZA. Sedangkan realisasi penyaluran hingga 7 September 2018 adalah sebesar 2.623.482 urea, 1.696.364 NPK, 466.529 Organik, 592.773 SP-36 dan 659.369 ZA.

"Dalam rangka persiapan musim tanam ini, kami menugaskan produsen pupuk yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup untuk mempercepat proses penyaluran pupuk terutama dari lini II dan III ke lini IV yaitu penyaluran distributor ke kios," kata Aas saat pelepasan ekspor 21.600 ton urea ke Filipina dari Pelabuhan Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, Selasa 18 September 2018.

Dengan begitu, sambung Aas, distributor dan pemilik kios dapat menebus pupuk sesuai dengan alokasinya sehingga dapat diterima oleh petani tepat pada waktunya. Selain itu, untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam RDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia mewajibkan agar setiap distributor menyediakan pupuk non subsidi di masing-masing kios.

Langkah pencegahan pun sudah diterapkan di wilayah-wilayah yang berpotensi alami hambatan dalam proses distribusinya. Yakni mendorong realokasi antar jenis pupuk yang diharapkan selesai sebelum musim tanam tiba, selain itu mendorong distributor untuk segera mengambil pupuk di gudang sehingga gudang produsen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pupuk lainnya apabila terjadi lonjakan permintaan.

Pupuk Indonesia sebagai produsen pupuk terbesar di Asia Tenggara siap melayani kebutuhan pupuk Nasional, hingga saat ini Pupuk Indonesia telah mendistribusikan pupuk bersubsidi ke 5.696 Kecamatan seluruh Indonesia. Didukung dengan 6.288 unit armada truk, 22 unit armada kapal, 14 unit dermaga, 194 rute Voyage Charter Liner, 659 unit gudang Provinsi dan Kqbupaten dengan kapasitas total mencapai 3.105.027 ton dan 1.542 distributor serta lebih dari 40.000 kios yang tersebar di seluruh Nusantara, Pupuk Indonesia siap memenuhi kebutuhan pupuk Nasional. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0