20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Lancar Berobat Selama Kartu JKN-KIS Aktif


Lancar Berobat Selama Kartu JKN-KIS Aktif
La Hani (35), merupakan peserta JKN-KIS dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU).(dok)

KLIKSAMARINDA.COM - La Hani (35), merupakan peserta dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU). Ia telah empat tahun menjadi peserta JKN-KIS sejak perusahaannya bergabung dalam program tersebut.

Ia juga telah merasakan manfaat yang sangat besar dari program ini ketika salah seorang anaknya mengalami sakit. Hani dan keluarga sudah menyadari dan merasakan betapa bagusnya program ini.

Tak sampai di situ, ia dan keluarganya pun selalu dilayani dengan baik oleh dokter dan petugas medis lainnya tanpa ada perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang menempuh jalur perawatan sebagai pasien umum.

"Baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas kesehatan lanjutan, kami tidak menemui kesulitan apapun. Dokter keluarga kami ramah sekali kepada pasien, selain itu juga ada kemudahan dalam hal antrian pendaftaran karena cukup dengan SMS dari handphone kami sudah bisa mendaftar untuk berobat," tuturnya.

Sekitar enam bulan yang lalu, di leher istri Hani terdapat benjolan kecil yang terus membesar seiring berjalannya waktu. Hal itu pun sangat mengganggu, karena khawatir dengan benjolan tersebut hani membawa ke dokter keluarga, kemudian mendapatkan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, dari hasil pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan benjolan.

"Proses administrasi di fasilitas kesehatan tidak berbelit-belit yang penting status kepesertaannya aktif dan mau mengikuti prosedur yang ada sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, apalagi saat ini ada aplikasi Mobile JKN, tidak perlu membawa kartu cukup menunjukkan kartu digital, aplikasi ini sangat bermanfaat bagi pekerja seperti saya yang tidak sempat ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus adminstrasi seperti pindah fasilitas kesehatan atau adminstrasi lainnya,” tutup La Hani sambil menunjukkan aplikasi Mobile JKN di handphone-nya.

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah memasuki tahun kelima, dengan jumlah peserta telah lebih dari 195 juta yang terdiri dari beberapa segmen kepesertaan yaitu Peserta Penerima Upah (PPU), Penerima Bantuan Iur (PBI) APBN/APBD, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), dan Bukan Pekerja (PB).

Kepuasan peserta telah menjadi salah satu indikator keberhasil pelaksanaan Program JKN-KIS. BPJS Kesehatan telah menetapkan peningkatan kepuasan peserta menjadi salah satu fokus utama pada tahun 2018.

"Pelayanan publik menjadi indikator keberhasilan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota, layanan publik tersebut termasuk layanan kepada peserta JKN-KIS. Layanan publik pesera JKN-KIS tidak berdiri sendiri melainkan menjadi tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan termasuk faskes primer dan lanjutan, dalam pemberian layanan publik saat ini harus berorientasi pada upaya untuk memenuhi kepuasan dari peserta,” ungkap Kepala Cabang Samarinda BPJS Kesehatan Nurifansyah. (Adv)

Reporter : Pers Release    Editor : NR Syaian



Comments

comments


Komentar: 0