20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Simulasi Penanganan Konflik Pemilu Serentak di Kaltim, Ada Ledakan Bom dan Ancaman Teroris


Simulasi Penanganan Konflik Pemilu Serentak di Kaltim, Ada Ledakan Bom dan Ancaman Teroris
Simulasi dalam rangka antisipasi dan penanganan konflik jelang Pemilu Serentak 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa 18 Septeber 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Petugas antiteror Brimob Polda Kaltim melumpuhkan seorang teroris hingga tewas. Petugas menembak terduga teroris tersebut setelah pelaku dan sejumlah rekannya melakukan penjarahan dan pengrusakan kendaraan milik warga yang melintas di jalan raya.

Aksi melumpuhkan teroris itu menjadi salah satu adegan simulasi dalam rangka antisipasi dan penanganan konflik jelang Pemilu Serentak 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa 18 Septeber 2018.

Simulasi tersebut merupakan gambaran atas adanya ketidakpuasan warga terhadap kekalahan salah satu calon yang didukungnya. Warga yang tidak puas tersebut lalu menggelar aksi anarkis dan memprotes keputusan KPU.

Massa juga menghentikan setiap pengendara kendaraan roda dua dan mengambil barang barangnya. Mereka juga tidak segan-segan melukai warga yang melintas.

Sebuah bom juga meledak di salah satu panggung kampanye yang saat itu sedang diadakan pesta kemenangan salah satu calon presiden. Bom dengan daya ledak sedang itu membuat petugas harus mengevakuasi calon presiden meninggalkan lokasi lebih cepat dari jadwal.

Petugas kepolisian bertindak tegas untuk membubarkan massa menggunakan dua unit mobil water canon. Polisi juga menangkap para provokator aksi yang membuat kota Samarinda rusuh. Polisi pun dapat menguasai keadaan dan membubarkan massa.

Simulasi ini diikuti oleh 1200 anggota kepolisian dari Polresta Samarinda, Brimob Polda Kaltimm dan anggota TNI. Saat ini, Polda Kaltim telah menyiagakan 5.189 personel kepolisian dan TNI untuk melakukan pengamanan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 mendatang.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widiyanto mengatakanm berbagai kemungkinan yang akan dihadapi di lapangan diuji dalam simulasi ini. Pihaknya berharap, pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 mendatang, anggota keamanan sudah siap menghadapi potensi konlik yang mungkin terjadi.

“Kita latihkan di tingkatan Polda sampai dengan tingkat Polres. Nanti, kita latihan. Kita tidak berharap apa yang kita latihkan itu terjadi. Kita bisa menghadapi sesuai apa yang sudah kita latih,” ujar Irjen Pol Priyo.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, M Paufik mengatakanm simulasi ini untuk melatih kesigapan aparat kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, menurut Taufik, pihaknya menjamin hal itu tidak terjadi karena KPU akan bertindak profesional dalam melakukan tugasnya.

“Kita ada 10 ribu TPS, mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Semua pemilih sudah bisa memanfaatkan hak pilihnya. Jangan lupa bagi masyarakat Kaltim yang belum terdaftar segera melapor ke KPU. Gunakan hak pilih Anda dengan cara-cara yang baik,” ujar M Taufik. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0