10 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Simulasi Tangani Konflik, Polisi dan TNI Kerjasama


Simulasi Tangani Konflik, Polisi dan TNI Kerjasama
Simulasi yang berlangsung di Stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Polisi menggelar simulasi penanganan kerusuhan, Senin pagi 17 September 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Aparat kepolisian dan TNI mulai bersiaga untuk pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019, yaitu Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota DPR, DPRD Provinsi Kabupaten Kota, dan DPD RI yang akan berlangsung serantak pada 2019 mendatang. Antisipasi keamanan dilakukan dengan pelbagai upaya, seperti melalui simulasi untuk menangangi bentrokan dan penanganan konflik.

Misal, simulasi yang berlangsung di Stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Polisi menggelar simulasi penanganan kerusuhan, Senin pagi 17 September 2018.

Massa yang diduga dari massa pendukung salah satu partai politik yang mendungkung calon presiden yang gagal dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 melakukan aksi anarkis dalam simulasi tersebut.

Sejumlah massa tampak membawa berbagai peralatan dan senjata tajam. Namun aksi mereka dihadang aparat kepolisian Polresta Samarinda.

Sempat terdengar bunyi letusan bom, namun petugas dapat mengendalikan situasi. Latihan kesiapsiagaan ini adalah upaya aparat kepolisian bersama TNI untuk menjaga jalannya pemilu serentak 2019 agar berlangsung aman.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widianto, bersama Pangdam VI Mulawarman, Mayjen Subiyanto dan Gubernur Kalimantan Timur mengumpulkan babinsa, babinkamtibmas, serta lurah se-Kaltim di Gedung Convention Hall Jalan M Yamin, Samarinda.

Kapolda Kaltim dan Pangdam VI Mulawarman meminta agar para petugas pemerintahan di daerah seperti lurah dan camat melakukan pengawasan di daerahnya masing-masing terkit situasi yang berkembang yang memiliki kemungkinan mengganggu keamanan.

Polda Kaltim saat ini telah menyiagakan 5.189 personel kepolisian dan TNI untuk melakukan pengamanan jalannya Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

“Polri sedang mengkomunikasikan hal itu. Item-itemnya berbeda antara Bawaslu dengan kepolisian. Kalau kerawanan konflik pasti, peserta pemilunya banyak dan rawan kepentingan,“ ujar Irjen Pol Priyo.

Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto menyatakan akan menambah kekuatan kepolisian sesuai permintaan Kapolda Kaltim. TNI menyiapkan sekitar 3760 personil untuk memback up polisi dalam rangka pengamanan Pemilu Serentak 2019.

“Kalau masih kurang, saya akan siapkan. Jadi dikategorikan kita itu sangat rawan. Saya tidak tahu tolak ukurnya seperti apa, tetapi yang lalu juga seperti itu,“ ujar Mayjen TNI Subiyanto. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0