20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kebakaran Lahan di Samarinda Semakin Meluas, Warga Cemas


Kebakaran Lahan di Samarinda Semakin Meluas, Warga Cemas

KLIKSAMARINDA.COM - Kebakaran lahan di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), terus terjadi. Hingga Kamis, 13 September 2018, kebakaran lahan terjadi dan semakin meluas.

Jika sebelumnya, pada Rabu 12 September 2018, kebakaran lahan terjadi di Pelita VIII, Kelurahan Pulau Atas, Samarinda, menghanguskan 3 hektare lahan kering. Kali ini, kebakaran lahan terjadi di kawasan lahan kosong di sekitar perkampungan Jalan Telkom, RT 06, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda, seluas 10 Hektare.

Dalam beberapa hari terakhir, wilayah tersebut telah mengalami kekeringan. Kebakaran mudah terjadi juga karena suhu panas dan angin kencang sehingga membuat api dengan cepat membesar dan menyebar.

Sejumlah warga mengaku khawatir dan bersiap meninggalkan rumah mereka akibat adanya kebakaran lahan tersebut. Warga RT 06, Kelurahan Pulau Atas, Nastin, mengakui kecemasannya terhadap kebakaran lahan yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya.

Ibu rumah tangga yang sedang hamil tua tinggal di dekat lahan yang terbakar dengan jarak 50 meter.

“Lapangan di situ tadi masih di tengah aja, sekarang dekat rumah. Gak tau nanti, mudahan aja gak papa,“ ujar Nastin dengan nada cemas.

Samuji, Ketua RT 6, Kelurahan Pulau Atas menyatakan, lahan di tempatnya memang rentan terbakar. Apalagi lahan tersebut dalam kondisi kering.

Menurut Samuji, lokasi lahan yang terbakar merupakan lahan milik warga yang tidak produktif. Rumput di kawasan ini cukup tinggi dan kering sehingga mudah terbakar.

“Saya dapat laporan dari warga kalau lahan terbakar. Saya langsung ke sini. Kurang lebih sepuluh hektare. Tapi bisa meluas lagi. Ini Lahan warga,“ ujar Samuji.

Setelah eugas pemadam kebakaran datang, lahan mulai mendapatkan pembasahan. Kebakaran pun dapat diatasi meskipun masih mendapatkan perhatian intensif dari warga dan aparat. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0