20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Lahan Kering di Perum Korpri Samarinda Terbakar, Warga Menduga Disengaja


Lahan Kering di Perum Korpri Samarinda Terbakar, Warga Menduga Disengaja
Kebakaran lahan kering di Pelita VIII Samarinda, Rabu petang, 12 September 2018 (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Kebakaran lahan kering mulai melanda sejumlah kawasan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada September 2018. Seperti yang terjadi pada Rabu, 12 September 2018 di area lahan kering semak belukar yang terletak di area lahan Perumahan Korpri, Pelita VIII, kawasan Kelurahan Pulau Atas, Samarinda.

Lahan gambut dan semak belukar seluas 3 hektare di sana hangus terbakar dalam durasi waktu 4,5 jam, mulai pukul 13.30 WITA. Api merambat dengan cepat pada lahan kering tersebut dan menimbulkan kepulan asap tebal.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kbakaran lahan tersebut menduga jika penyebab kebakaran disengaja oleh oknum warga. Sambudi (63) warga perumahan mengatakan, dirinya menduga jika kebakaran ini sengaja dilakukan oleh seseorang.

Sambudi melihat, dalam 3 hari belakangan, ada orang luar yang datang membakar lahan. Hasil bakaran tersebut pada hari pertama masih belum menyebar sehingga warga sekitar masih mampu memadamkan.

Namun, kebakaran pada Rabu petang itu cukup besar ditambah adanya angin kencang dan cuaca yang kering.

“Ini ada yang bakar. Sebelumnya tidak pernah terjadi,“ ujar Sambudi.

Dalam waktu 4,5 jam, petugas relawan pemadam kebakaran dan warga bahu membahu memadamkan sebaran api yang merambat. Pemadaman cukup alot karena jauhnya sumber air serta keringnya sungai di sekitar lokasi kebakaran.

Petugas relawan pemadam kebakaran, Sunyoto (45) bersama relawan dan warga bahu-membahu memadamkan api hingga Rabu petang, sekitar pukul 17.30 WITA. Mereka memadamkan api dengan peralatan terbatas. Mengatasi keterbatasan sumber air, para petugas pemadam kebakaran ini terpaksa menggunakan air parit untuk memadamkan api.

“Kesulitan kami titik api berada dalam rumput. Susah dipadamkan jadi memerlukan waktu yang agak lama,“ ujar Sunyoto. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0