17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Gubernur Kaltim Diminta Bacakan Pengunduran Diri di Hadapan DPRD Secara Resmi


Nah, Gubernur Kaltim Diminta Bacakan Pengunduran Diri di Hadapan DPRD Secara Resmi
Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Profesor Jafar Haruna (Foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2014-2019, Awang Faroek Ishak, telah menyatakan diri mundur dari jabatannya sebelum masa jabatannya selesai. Gubenur mundur karena maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Secara administrasi, pengunduran Awang Faoek Ishak sebagai Gubernur Kaltim telah selesai. Saat ini, prosesnya tengah diajukan ke Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Namun, pendapat lain muncul dari anggota DPRD Kaltim, Jafar Haruna. Menurut Profesor Haruna, pengunduran diri Gubernur Kaltim semestinya dilakukan di hadapan mimbar DPRD Kaltim.

Hal ini perlu dilakukan, imbuh politisi Partai Demokrat ini, karena secara kelembagaan, Gubernur perlu melakukan pengunduran diri secara resmi di hadapan DPD Kaltim.

"Bukan hanya Gubernur. Siapa-siapa saja, jangan dikaitkan DCT (Daftar Calon Tetap). Apalagi seorang Gubernur yang mengundurkan diri maka harus mengundurkan diri di forum yang sangat resmi dan terhormat ini di hadapan DPRD. Harus membacakan LKPj," ujar Prof Haruna, usai Rapat Paripurna ke-23 DPRD Kaltim, Rabu 12 September 2018.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim ini juga menerangkan jika setelah Gubernur mengunduran diri, maka terjadi kekosongan kepemimpinan di Pemprov Kaltim. Hal ini mengingat karena Gubernur sudah tidak lagi memegang kekuasaan atas kebijakan-kebijakan yang diambil. Pejabat tertinggi di Pemprov Kaltim saat ini adalah Plt. Sekrtaris Provinsi yang diemban Meiliana.

Beberapa waktu lalu, DPRD Kaltim telah menerima surat pengunduran diri Gubernur beberapa waktu lalu. Saat ini, Gubernur masih menunggu penetapannya dalam Daftar Calon Tetap (DCT) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, baru dia benar-benar mundur dari jabatan setelah KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI menetapkan dirinya masuk di daftar calon tetap (DCT) 23 September 2018.

Konsekuensinya, setelah Gubernur mundur dari jabatannya, roda pemerintahan di Provinsi Kaltim akan dijabat seorang Penjabat (Pj) Gubernur dalam masa sisa jabatan Awang hingga 17 Desember 2018.

Penjabat Gubernur akan menerima mandat jabatan pada tanggal 18 Desember 2018. Usai itu, jabatan akan mendarat kepada Gubernur Kaltim Definitif hasil Pemilihan Gubernur 2018 lalu. (Adv)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0