23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Penjelasan Pihak RSU AWS Samarinda dan BPJS Kesehatan Soal Penumpukan Pasien


Ini Penjelasan Pihak RSU AWS Samarinda dan BPJS Kesehatan Soal Penumpukan Pasien

KLIKSAMARINDA.COM - Kekecewaan warga akibat antrean panjang karena adanya atura sistem online yang berlaku mulai 15 Agustus 2018 mendapatan tanggapan dari pihak RSU AW Syahranei Samarinda. Pihak RSU AW Syahranie mengaku, penumpukan pasien di loket BPJS Kesehatan karena pemberlakuan sistem baru online BPJS Kesehatan secara nasional.

Juru bicara RSU AW Syahranie Samarinda, dr. Satrio mennyatakan, pihaknya telah menyiapkan semua pelayanan dengan baik. Namun, pelayanan petugas fasilitas kesehatan (Faskes) Tingkat 1 BPJS Kesehaan belum siap melaksanakan sistem baru.

Sehingga menurut Satrio, ketika pihaknya memasukkan data ke dalam sistem, apliasi tidak dapat beroperasi sesuai kebutuhan.

“Prinsipnya RSU AW Syahranie menerima rujukan dari fasilitas kesehatan dari bawah sehingga masyarakat tahunya datang bisa berobat. Kenyataanya ketika kami masukan ke sistem ternyata tidak bisa berjalan. Pihak rumah sakit tidak bisa menjanjikan apa-apa. Beberapa pasien tertunda pelayanannya dan kami menyarankan mereka kembali ke fasilitas kesehatan yang merujuk,“ ujar dr. Satrio.

Pihak BPJS Kesehatan pun berupaya untuk membantu mengkonfirmasi ulang ke fasilitas kesehatan yang merujuk. Upaya ini dilakukan BPJS Kesehatan agar data pasien yang dirujuk dapat terinput ke dalam sistem sehingga pasien dapat terlayani dengan baik.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Kepesertaan BPJS Cabang Samarinda, Ahmad Jainudin, sistem yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik di beberapa rumah sakit rujukan yang ada di kota Samarinda. Masalah terjadi hanya di RSU AW Syahranie Samarinda.

Sistem rujukan online, menurut Jainudin, dipersiapkan sejak lama. Namun implementasinya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur masing-masing fasilitas kesehatan di era digital. Fasilitas kesehatan harus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi rujukan online.

Sistem rujukan online merupakan digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi, jarak, dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.

BPJS Kesehatan terus berupaya berinovasi misal dengan sistem rujukan online ini para peserta JN-KIS dapat terhubung dengan 18.737 FKTP yang telah terintegrasi jaringan komunikasi data sehingga dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan medis peserta yang bersangkutan.

“Jadi lebih memudahkan sebenarnya. Tahap uji coba hal yang baru, bisa saja terselip dan terkendala. Ada hal-hal teknis yang menjadi kendala kali ini akan kita jadikan evaluasi ke depannya jika terjadi kendala seperti ini. Dari jaringan komunikasi data jaringan sudah siap,“ ujar Jainuddin. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0