19 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sistem Aplikasi Online BPJS Kesehatan di Samarinda Bermasalah, Warga Tak Terlayani


Sistem Aplikasi Online BPJS Kesehatan di Samarinda Bermasalah, Warga Tak Terlayani
Antrean warga yang menumpuk di loket BPJS Kesehatan di RSU AW Syahranie Samarinda, Rabu 15 Agustus 2018 (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Penggunaan sistem aplikasi rujuk online BPJS Kesehatan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) bermasalah. Misal, sistem ini bermasalah di Rumah Sakit Umum AW Syahranie Samarinda, saat penggunaan kali pertama pada Rabu 15 Agustus 2018.

Sejumlah warga terpaksa antre di depan loket karena menolak himbauan petugas rumah sakit yang mengharuskan mereka kembali ke puskesmas yang mengeluarkan rujukan. Himbauan itu dilakukan petugas RSU AW Syahranie Samarinda agar warga meminta nomor rujukan online sebagai sistem baru yang diterapkan BPJS Kesehatan.

Warga pun kecewa atas penghentian pelayanan ini. Ibu Gianti, warga Lempake Samarinda Utara mengaku tidak mengetahui adanya peraturan baru yang diberlakukan rumah sakit maupun BPJS Kesehatan. Gianti mengaku terkejut saat diminta nomor antrean online yang berasal dari puskesmas.

“Semuanya mendapatkan rujukan disuruh balik lagi ke puskesmas untuk minta nomornya yang online,“ ujar Gianti dengan nada kecewa.

Warga tadinya berharap aan mendapatkan pelayanan dengan mudah di RSU AW Syahranie Samarinda. Namun, karena aturan baru sehingga terjadi penumpukan di loket antrean BPJS Kesehatan, mereka menjadi kecewa.

Seperti yang disampaikan Siti yang kecewa dengan pelayanan BPJS Kesehatan di RSU AW Syahranie Samarinda akibat aturan baru tersebut. Padahal, rencananya Siti membawa anaknya yang patah tulang untuk kontrol ke dokter spesialis tulang.

“Saya mau kontrol anak saya. Nah kalau orang melayani gak pake nomor begitu, trus yang antre dari pagi di sini ngapain, kan percuma aja nomor antrian disana mending gak usah antri sekalian,“ tandas Siti.

Pelayanan di rumah sakit plat merah itu pun terhenti akibat terjadinya penumpukan antrean warga. Penolakan ini terjadi karena sebagian besar pasien berasal dari puskesmas yang letaknya jauh dari rumah sakit rujukan. Sebagian pasien memilih menunggu petugas BPJS Kesehatan yang diminta datang oleh rumah sakit umum untuk melakukan input secara online di rumah sakit. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0