16 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mau Tahu Tiga Isu Penting Yang Jadi Perhatian Pemkot Samarinda


Mau Tahu Tiga Isu Penting Yang Jadi Perhatian Pemkot Samarinda
Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Samarinda, 7 Agustus 2018 lalu Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda Jalan S. Parman, Nomor 1, Samarinda (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Pemerintah Kota Samarinda melangsungkan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Samarinda, 7 Agustus 2018 lalu di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda Jalan S. Parman, Nomor 1, Samarinda. Rapat ini untuk membahas beberapa isu penting yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Tepian.

Langsung memimpin rapat, Sekretaris Daerah (Sekda) Sugeng Chairuddin mewakili Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Menurut Sugeng, pertemuan ini adalah agenda rutin FKPD untuk bisa sama sama membahas beberapa isu yang sangat penting di Kota Samarinda.

”Terutama pada pertemuan kali ini kita membahas tiga isu utama antara lain yang pertama adalah penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) dan beredarnya miras serta narkoba. Kedua masalah melonjaknya harga sembako, terutama daging ayam dan telur. Yang terakhir pembahasan pembangunan Masjid Al-Faroek di Lapangan Kinibalu, Samarinda,” ujar Sugeng, seperti dilansir Diskominfo Samarinda, Rabu 8 Agustus 2018.

Terkait penertiban THM dan beredarnya miras serta narkoba di Kota Samarinda memang tidak terelakkan lagi. Menurut Kabinda Provinsi Kaltim Brigjen Masrumsyah bahwa sekitar 15 THM di Kota Samarinda ditengarai terindikasi ajang tempat beredarnya narkoba.

Kaltimsendiri, menurut Brigjen Masrumsyah, sampai saat ini pengguna narkoba tercatat nomor empat setelah Jakarta. Hal ini disebabkan perputaran uang di Kaltim sangat besar. Itu sebabnya para bandar berlomba-lomba memasukkan barangnya ke Kaltim dengan cara apa saja.

”Sudah saya teliti Selain dari Nunukan barang haram itupun juga masuk dari Balikpapan, Banjarmasin ataupun Sulawesi. Diharapkan mental aparat kita juga harus sungguh-sungguh kalau mau memberantas peredarannya, jangan hanya slogan belaka tetapi juga harus ada action yang nyata,” terangnya.

Ketua PN Kota Samarinda, Abdul Halim Amran mencatat dari rata-rata kasus yang masuk tiap harinya didominasi masalah narkoba.

Terkait kasus penikaman yang mengakibatnya pengunjung meninggal dunia di salah satu THM di Kota Samarinda beberapa hari lalu, Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono mengharapkan diadakannya operasi gabungan.

“Kebetulan kejadiannya penikaman yang menyebabkan pengunjung lainnya meninggal ada di THM sehingga perlu diadakan operasi gabungan baik polisi, Militer, POM, Satpol PP untuk lebih menekan peredaran narkoba di THM. Sementara untuk menangani dampak sosial pasca kejadian penikaman, pihak Pemerintah Kota bisa memediasi dari pihak keluarga korban juga pihak pengelola THM supaya tidak terjadi hal-hal lainnya yang tidak diinginkan,” ungkap AKBP Dedi Agustoro.

Persoalan melonjaknya harga jual ayam dan sempat mengalami kelangkaan, menurut Sugeng, karena regulasinya dari Pemerintah Pusat ada pembatasan umur sehingga pasokan ke pasaran sempat tersendat. Tetapi tujuannya Pemerintah melakukan ini sebenarnya ujungnya untuk kesehatan masyarakat karena kualitas ayam pedaging yang dipanen benar-benar layak.

“Akan tetapi untuk variasi makanan. Syukur-syukur kalau bisa beralih makan ikan yang juga banyak mengandung protein tinggi,” jelasnya.

Pembahasan pembangunan Masjid Al-Faroek di Lapangan Kinibalu Samarinda menurut Ketua MUI Kota Samarinda yang juga menjadi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH. Zaini Naim , selama masih ada warga yang keberatan dan berpotensi menimbulkan konflik FKUB tidak akan memberikan rekomendasi untuk pembangunan tempat beribadah untuk agama apa saja.

Mewakili Walikota, Sugeng Chairuddin menambahkan bahwa semua masukan akan dirapatkan lebih teknis lagi. Walikota Samarinda Syaharie Jaang berpesan untuk bertekat akan moratorium THM.

”Jangan coba-coba membangun bisnis hiburan lagi di Kota Samarinda dan peredaran miras tanpa legalitas perundangan yang sudah diatur akan disapu bersih tanpa kompromi dan ditambahkan pula Walikota juga tidak mengeluarkan IMB bila syarat-syarat pembangunan masjid Al-Faroek masih kurang terutama rekomendasi dari FKUB,” ujarnya. (*)

Reporter : Diskominfo    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0