16 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

GPUI: Soal Izin Pembangunan Masjid, Pemprov Kaltim Jangan Ajari Kami Untuk Langgar Aturan


GPUI: Soal Izin Pembangunan Masjid, Pemprov Kaltim Jangan Ajari Kami Untuk Langgar Aturan
Pertemuan antara massa aksi yag menolak pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda dengan jajaran Pemprov Kaltim yang dipimpin Sabani (Foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Pertemuan antara perwakilan demonstran yang menolak pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda dan pihak Pemprov Kaltim, Rabu 1 Agustus 2018, berlangsung alot.

Pasalnya, pihak demonstran yang diwakili tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ahli waris tanah Lapangan Kinibalu tersebut bersikukuh mendesak untuk pemberhentian proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda yang dituding liar tersebut.

"Pemprov jangan mengajari kami untuk melanggar aturan," ucap Ahli Waris, Abdurrahman, di ruang pertemuan Lantai 5, Kantor Gubernur Kaltim.

Selain itu, massa menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Kaltim tersebut belum dihentikan saat ini pula.

Selain itu, massa meminta Pemprov Kaltim segera menunjukkan bukti administrasi terkait perizinan pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda. Terutama, soal rekomendasi dari warga sekitar untuk pembangunan masjid tersebut.

"Kami minta buktinya kalau Pemprov Kaltim memiliki rekomendasi dari warga. Jika ada dan benar, kami bersedia menerima dengan ikhlas," sebut juru bicara aksi, Yoyok Setiawan.

Warga menduga jika pembangunan masjid dengan anggaran sebesar Rp71 miliar yang berasal dari dana APBD Kaltim tersebut tanpa IMB yang legal.

Pihak Pemprov Kaltim yang diwakili Staf Ahli Gubernur Kaltim (Plt. Asisten I), Sa'bani, hanya mendengarkan saja aspirasi warga tersebut. Sa'bani hanya menuturkan bahwa kondisi Pemprov Kaltim saat ini sedang tidak bisa mengambil keputusan secara spontan.

Dirinya harus menerima dan menyampaikan aspirasi kepada atasannya terlebih dahulu, dalam hal ini Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. Turit pula hadir sebagai penengah, Ketua MUI Kaltim, Alwi.

"Saya di sini tidak punya wewenang untum menghentikan proses pembangunan. Setelah itu, aspirasi yang disampaikan tadi akan saya laporkan ke Gubernur Awang Faroek," katanya. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0