19 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nonton Bersama Kapolresta Samarinda, Film 22 Menit Sajikan Drama Pengungkapan Teroris


Nonton Bersama Kapolresta Samarinda, Film 22 Menit Sajikan Drama Pengungkapan Teroris
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto menyampaikan sambutan sebelum pemutaran film \"22 Menit\" di Studio BigMall Samarinda, Kamis 19 Juli 2018 (Foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Polresta Samarinda menggelar nonton bareng film "22 Menit" Kamis 19 Juli 2018. Nonton bareng ini berlangsung di Studio XXI, Bigmall Samarinda, mulai pukul 12.30 WITA.

Ratusan penonton hadir dalam acara ini dari lintas instansi. Nonton bareng ini juga sebagai bagian silaturahmi antara jajaran Polresta Samarinda dengan masyarakat.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto menjelaskan jika pemutaran film "22 Menit" ini diputar serentak di seluruh Indonesia. Harapannya, masyarakat mendapatkan pesan dari film ni terkait menjaga keamaan dan ketertiban bersama.

"Film "22 Menit" ini diputar serentak di seluruh Indonesia pada hari Kamis 19 Juli 2018. Berpadu bersatu, TNI Polri dan seluruh komponen masyarakat yang ingin menjaga agar kamtibmas menjadi kondusif mudah-mudahan menggunakan moment ini sebaik-baiknya," ujar Kombes Pol Vendra, sebelum pemutaran film tersebut.

Film "22 Menit" cukup menarik karena melibatkan jajaran kepolisian sebagai pemainnya. Antara lain, Kapolri Jendral Tito Karnavian yang berperan sebagai pengemudi motor yang ditilang polisi pada salah satu adegan, serta Brigjen Krhisna Murti yang berperan sebagai tukang sate.

Film ini berkisah tentang proses pengungkapan kasus terorisme oleh kepolisian yang membutuhkan waktu 22 menit untuk meringkus teroris. Kisah ini, disebut pada bagian awal film, merupakan kisah yang terinspirasi saat Bom Sarinah alias Bom Thamrin terjadi di Jakarta, Januari 2016 lalu.

Angka itu lantas dijadikan judul film terbaru Eugene Panji dan Myrna Paramita yang diangkat dari kisah nyata Bom Thamrin, 22 Menit.

Dengan alur maju mundur, Panji dan Myrna menceritakan peristiwa Bom Thamrin secara nyaris utuh-tanpa sudut pandang pelaku atau terorisnya-dari tiap karakter.

Penyusunan adegan demi adegan terbilang cukup apik. Karakter diperkenalkan satu per satu sejak awal film.

Penonton seseali diajak kembali ke kejadian serupa, namun melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0