20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

MUI Geram, Kementerian Kesehatan Dituding Berbohong Soal Kehalalan Vaksin


MUI Geram, Kementerian Kesehatan Dituding Berbohong Soal Kehalalan Vaksin
Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Rencana pemerintah untuk menggelar vaksinasi massal MR pada 2018 di luar Jawa, termasuk Kaltim, mendapatkan sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Program yang akan dimulai Agustus-September 2018, menurut MUI, belum pernah menerima sampel vaksin terkait untuk diperiksa kehalalannya.

Bahkan, MUI menuding Kementerian Kesehatan berbohong terkait kehalalan vaksin itu.

"Kementerian Kesehatan berbohong masalah kehalalan vaksin. Selalu memakai Fatwa MUI untuk masalah darurat," tegas Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain dalam komunikasi elektroniknya, Sabtu, 14 Juli 2018.

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak atau Measles (M) dan Rubella (R). Selama ini umat Muslim kebingungan dengan status Kehalalan vaksin tersebut.

Sesuai UU Jaminan Produk Halal, setiap produk perlu dipastikan kehalalannya sebagai jaminan bagi kaum Muslim. Status itu ditentukan oleh Sertifikasi Halal MUI.

Selama ini vaksin MR dipropagandakan sudah halal. Namun, fakta itu dibantah tegas oleh pihak MUI dan LPPOM MUI.

"Padahal vaksinnya sama sekali belum diperiksa MUI. Bahkan Kemenkes tidak pernah mau memberi sampel untuk diperiksa. Dalam hal ini perlu diviralkan kebohongan Kemenkes agar anak umat Islam tidak dimasukkan vaksin haram. Allahu Akbar," ujar KH Tengku.

Wakil Direktur LPPOM MUI Bidang Sertifikasi, Ir. Muti Arintawati, menyatakan, sampai saat ini belum ada perkembangan baru terkait status vaksin Rubella. Vaksin tersebut juga belum memiliki sertifikasi halal sesuai UU Jaminan Produk Halal.

"Jaminan kehalalan produk sangat penting dalam memenuhi hak konsumen. Sampai saat ini produk vaksin yang sudah bersertifikat halal adalah vaksin meningitis dan vaksin flu," tegasnya. Sedangkan vaksin MR atau Rubella dan vaksin difteri belum.

Rencananya mulai awal Agustus, Kaltim melalui Dinas Kesehatan bakal menggelar program vaksin massal Rubella. Di Balikpapan seremoni kegiatan ini akan dihelat di Pesantren Hidayatullah, awal Agustus mendatang.

Namun hal itu diingatkan Wasekjen MUI KH Tengku. "Beri tahu Hidayatullah bahwa vaksin itu haram menurut MUI. Belum halal. Diperiksa saja belum. Agar Hidayatullah tidak dipakai menghalalkan yang haram," tegasnya. (*)

Reporter : Agung/KLIKBALIKPAPAN.CO     Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0