23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tokoh Bicara Cak Rus: Bukan Sekadar Njawani


Tokoh Bicara Cak Rus: Bukan Sekadar Njawani

KLIKSAMARINDA.COM - Sejumlah tokoh masyarakat, Ketua Paguyuban Pacitan, Gombong, Solo, Ponorogo bahkan Ketua Paguyuban Pelawak Balikpapan memberikan jempol jarinya ke pasangan calon nomor 4 Cak Rus-Daeng Safar.

“Mantan Kapolda itu setahu saya Bugis, tapi sangat njawani,” kata Syarkan Syarief.

Sedangkan Cak Rus, begitu Syarkan menyebutnya, merupakan priyayi jawa yang sangat patuh pada etika ke Jawa-annya.

“Memang logatnya lebih kebanjar-banjaran, tapi perilaku dan sikapnya genetik jawa,” ujar Syarkan.

Kendati dalam Dasacita, Cak Rus tidak secara khusus mengusung program pemberdayaan seniman dan budaya pada umumnya, namun ruh pembangunan itu menempatkan budaya dalam porsi yang lebih besar.

”Karena harkat budaya, kebudayaan dan peradaban sebjuah bangsa ditemtukan oleh pemimpin yang rermartabat. Indikatornya dalam konsep Program Bermartabat itu ada program membangun kualitas SDM berdaya saing global,” tambah dia.

Syarkan, Ketua RT, asal Surabaya itu meyakini, khasanah seni budaya di Kaltim akan semarak jika pasangan yang didukungnya itu memenangkan kontestasi Pilgub ini.

”Iya lah, pasti lebih semarak. Beliau berkompeten memimpin Kaltim yang multi etnis ini,” katanya serius.

Dari hasil pencatatannya, selama paslon 4 ini mengunjungi Kota Balikpapan tidak pernah lepas dari paguyuban seni dan budaya. Dari budaya pesisir, Bugis-Makassar, Buton, Batak, Sunda hingga seni budaya banjar belamut,” katanya.

Syarkan Syarif mengakui, jika pertumbuhan dunia seni tradisi di Kalimantan Timur kalah cepat jika dibanding seni kontemporer.

”Tapi kami tetap yakin, berkesenian tidak semata mata mencari uang. Ada misi moral kebaikan dan rahmatan lil alamin. Terutama dalam seni lawak,” katanya.

Sementara itu, tokoh Jawa, Gombong blak blakan bicara soal potensi Kalimantan Timur akan tercabik-cabik oleh investasi dan serbuan tenaga kerja asing.

“Kalimantan Timur ini surga yang dibangun bersama oleh seluruh warga pendatang dan penduduk asli Kalimantan yang ingin memperoleh tempat berteduh dengan nyaman,” kata Sugiharto, di Balikpapan, beberapa hari lalu.

Untuk itu, sudah sepantasnya jika warga Kaltim terusik dengan momok, bayangan, issue kehadiran investasi dan tenaga kerja asing.

“Kami tidak menolak, asalkan sesuai ketentuan. SDM kami tidak terlalu baik, silahkan jika mengambil porsi SDM yang tidak bisa kami kerjakan, tapi jangan coba coba asal, ya,” katanya dengan nada ancam.

Membiarkan generasi muda Kaltim bersaing langsung dengan tenaga kerja asing tidak lah bijak. Itu sebabnya pasangan calon nomor 4 Rusmadi-Safaruddin menawarkan dua opsi besar, Kaltim Cerdas dan Kaltim kreatif.

”Ini vaksin sosial bagi kita semua agar menjaga martabat Kalimantan Timur dengan cara yang bersahaja,” katanya.

Kaltim Cerdas, kata Giarto mentargetkan tiga hal besar, 50.000 beasiswa, wajib belajar 12 tahun dan menambah sekolah vokasi. “SDM anak anak kita harus setara bahkan lebih tinggi dari pendatang itu,” tegasnya dan Rusmadi-Safaruddin sudah menyiapkan berbagai antisipasinya.

Lalu Kaltim kreatif, kata Giarto, program ini akan menyediakan 100 ribu tenga kerja, pemberdayaan UMKM, mendorong tumbuhnya usahawan baru.

”Ini konsep ketahanan nasional dalam bidang SDM yang diadopsi oleh paslon 4,” tandasnya. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0