23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ibadah Minggu, Gereja di Samarinda Dijaga Ketat Polisi


Ibadah Minggu, Gereja di Samarinda Dijaga Ketat Polisi

KLIKSAMARINDA.COM - Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Minggu pagi, 20 Mei 2018 mendapatkan penjagaan dari aparat kepolisian. Sebelum digunakan beribadah, gereja yang sempat menjadi sasaran teroris bom pada 2016 lalu ini mendapatkan pemeriksaan dari petugas gabungan Polri dan TNI.

Petugas bersenjata lengkap laras panjang itu tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan di gereja. Petugas juga melakukan pengamanan serupa juga di beberapa titik sekitar gereja untuk meminimalisasi dan mencegah serangan.

Pasalnya, sebagian jemaat Gereja Oikumene teringat kembali kejadian ledakan bom di Gereja Oikumene setelah adanya kejadian rentetan ledakan bom di Surabaya. Warga merasa was-was akan terjadi serangan kembali sehingga mereka takut untuk datang ke gereja.

Kanit Sabara Polsekta Samarinda Seberang, Iptu Taufik mengatakan, penjagaan yang dilakukan adalah upaya untuk memberikan rasa aman kepada para jemaah kristiani yang menjalankan ibadah di gereja oikumene. Pengaman ini sekaligus antisipasi masalah yang berkaitan dengan aksi terorisme.

"Pengamanan ini ya kita antisipasi masalah teroris. Memang ya sangat meresahkan dan dapat dikatakan kita waspada selalu untuk menjaga keamanan di lingkungan kita terutama rekan-rekan dan saudara kita yang melaksanakan kebaktian di gereja," ujar Iptu Taufik.

Salah satu jemaah Gereja Oikumene, Patar Sirait mengatakan, keberadaan aparat keamanan Polri dan TNI di sekitar gereja membuat keberanian mereka muncul. Patar berharap agar kejadian teror tidak terulang lagi.

"Semoga kejadian di Surabaya tidak terulang di Surabaa atau di daerah lain. Supaya kita di dalam menjalankan ibadah agama kita tidak merasa ketakutan," ujar Patar.

Pengamanan tidak hanya dilakukan di Gereja Oikumene. Beberapa gereja lainnya seperti Gereja Imanuel yang berada tepat dibelakang kantor Gubernur Kaltim juga mendapatkan pengawasan oleh petugas bersenjata lengkap.

Salah satu jemaat Gereja Imanuel, Antonius warno mengaku tidak merasa terganggu dan senang dengan keberadaan aparat Polri dan TNI yang menjaga mereka saat ibadah. Dirinya merasa terlindungi dengan adanya pengamanan tersebut.

"Terlindungi dengan kehadiran bapak-bapak dari aparat kepolisian dan secara khusus kami beribadah merasa lebih nyaman, lebih tenang dengan ibadah pagi hari ini," ujar Warno. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0